ADVERTISEMENT

Muhammadiyah: Promosi Holywings Minuman untuk 'Muhammad' Tak Etis!

Farih Maulana Sidik - detikNews
Minggu, 26 Jun 2022 06:09 WIB
Sekjen PP Muhammadiyah, Abdul Muti di Kudus, Minggu (26/5/2019).
Sekjen PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti (Foto: Akrom Hazami/detikcom)
Jakarta -

PP Muhammadiyah menyoroti promo minuman beralkohol bagi pengunjung Holywings yang bernama Muhammad dan Maria yang menuai kontroversi. Cara promisi Holywings itu dinilai tidak etis dan keterlaluan.

"Itu cara promosi yang tidak etis dan sudah keterlaluan. Pada level tertentu, ada nuansa menyindir kelompok agama," kata Sekjen PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti kepada wartawan, Sabtu (25/6/2022).

"Cara-cara seperti itu tidak seharusnya dilakukan di Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam," tambahnya.

Dihubungi terpisah, Ketua PP Muhammadiyah Dadang Kahmad juga mengecam cara promosi Holywings tersebut. Menurutnya, semestinya Holywings berhati-hati jika ingin mencari popularitas lewat promosi.

"Mestinya Holywings berhati-hati jika ingin mencari popularitas jangan sampai menyinggung isu SARA. Jangan memakai simbol agama dalam menarik perhatian. Kan masih banyak nama lain yang lebih netral untuk dipake, kenapa memakai nama tokoh yang dihormati dan dijadikan simbol agama," tegasnya.

Permintaan Maaf Holywings

Seperti diketahui, promo minuman beralkohol bagi pengunjung Holywings yang bernama Muhammad dan Maria menuai kontroversi. Holywings telah menghapus postingan promosi tersebut di akun Instagramnya. Holywings juga menyampaikan permintaan maaf usai promo yang bikin heboh itu.

"Holywings Indonesia dengan ketulusan yang mendalam meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia atas kekhilafan dan ketidaksengajaan terkait promosi minuman beralkohol menggunakan nama 'MUHAMMAD' dan 'MARIA'," kata Manajemen Holywings Indonesia dalam keterangan kepada wartawan, Jumat (24/6).

Unggahan promosi itu disebar melalui akun Instagram resmi Holywings @holywingsindonesia & @holywingsbar pada Rabu (22/6). Holywings menyadari promosi tersebut telah menimbulkan kesan yang negatif.

Promo tersebut menimbulkan reaksi sejumlah pihak. Himpunan Advokat Muda Indonesia (HAMI) hingga Satuan Siswa Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (SAPMA PP) DKI Jakarta melaporkan Holywing ke Polda Metro Jaya karena promo itu dinilai telah menistakan agama.

Manajemen Holywings sendiri berjanji akan bersikap kooperatif menjalani proses hukum yang sedang berjalan. Bahkan Holywings telah menyerahkan barang bukti terkait promosi tersebut ke polisi.

Polisi tetapkan 6 tersangka, simak di halaman selanjutnya:

Simak juga Video: Batal Konvoi ke Holywings, GP Ansor Curiga Ada yang Ingin Memanfaatkan

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT