ADVERTISEMENT

KPK Ungkap Peran Adik Bupati Muna di Kasus Suap Dana PEN Kolaka Timur

Muhammad Hanafi Aryan - detikNews
Senin, 27 Jun 2022 17:28 WIB
KPK Tahan Adik Bupati Muna, LM Rudianto Emba
KPK menahan adik Bupati Muna, LM Rudianto Emba (Hanafi/detikcom)
Jakarta -

KPK resmi menahan adik Bupati Muna Rusman Emba, yakni LM Rusdianto Emba. Rusdianto diduga terlibat kasus suap pengajuan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Kolaka Timur 2021.

Dia diduga berperan aktif dalam pengajuan kepada eks Dirjen Keuda M Ardian Noervianto. KPK menjelaskan kasus ini bermula saat ada kesepakatan antara Bupati Kolaka Timur Andi Meria dan Rusdianto Emba soal pengajuan dana PEN senilai Rp 350 miliar.

"Diduga ada kesepakatan antara LM RE dan AMN, di mana apabila dana PEN sebesar Rp 350 miliar tersebut nantinya cair, maka LM RE akan mendapatkan beberapa proyek pekerjaan di Kabupaten Kolaka Timur dengan nilai puluhan miliar (rupiah)," kata Deputi Bidang Penindakan KPK Karyoto dalam konferensi pers di gedung KPK Merah Putih, Senin (27/6/2022).

Rusdianto Emba, kata Karyoto, diduga melakukan kerja sama dengan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Kabupaten Muna Sukarman Loke, yang sebelumnya ditahan KPK pada Kamis (23/6). Keduanya mengusulkan Andi Merya untuk memberikan sejumlah uang kepada M Ardian, yang saat itu menjabat Dirjen Keuda Kemendagri.

"Dalam suatu pertemuan di Kendari, LM RE dan SL kemudian menyampaikan kepada AMN, agar pengusulan dana PEN ini dapat berjalan sesuai rencana, diperlukan sejumlah uang untuk diberikan ke salah satu pejabat di Kementerian Dalam Negeri," ujarnya.

"Adapun pejabat di Kementerian Dalam Negeri yang memiliki kewenangan untuk turut memperlancar proses pengajuan dana PEN adalah MAN, yang menjabat Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah," lanjut Karyoto.

Kemudian, Rusdianto ikut membantu pertemuan antara Andi Merya dan M Ardian di Jakarta. Dalam pertemuan itu, Andi Merya menyetujui untuk memberikan M Ardian uang senilai Rp 2 miliar untuk pengajuan dana PEN Kolaka Timur.

"Rusdianto Emba dan Sukarman Loke diduga membantu beberapa agenda pertemuan antara Andi Merya dan M Ardian di Jakarta," terang Karyoto.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT