ADVERTISEMENT

KPK Tahan Adik Bupati Muna di Perkara Suap PEN Kolaka Timur

M Hanafi Aryan - detikNews
Senin, 27 Jun 2022 16:26 WIB
KPK Tahan Adik Bupati Muna, LM Rudianto Emba
KPK Tahan Adik Bupati Muna, LM Rudianto Emba (Hanafi/detikcom)
Jakarta -

KPK menahan tersangka baru dalam kasus suap pengajuan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Kabupaten Kolaka Timur tahun 2021. Tersangka itu merupakan adik Bupati Kabupaten Muna Rusman Emba, yang bernama LM Rudianto Emba.

Pantauan detikcom di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (27/6/2022), pukul 15.50 WIB, Rusdianto Emba terlihat mengenakan rompi tahanan KPK dengan tangan diborgol.

Dia terlihat dikawal berjalan dari ruang pemeriksaan menuju ruang konferensi pers untuk diumumkan perkaranya.

Terkait perkara suap pengajuan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) kabupaten Kolaka Timur, KPK telah menetapkan Rusdianto Emba sebagai tersangka. Dia diketahui telah berstatus tersangka sejak Rabu (15/6).

"(Tersangka) adik Bupati Muna, Sulawesi Tenggara, Rusman Emba, LM Rusdianto Emba," kata salah satu sumber terpercaya detikcom, Rabu (15/6).

Saat itu Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri masih enggan menyebutkan nama Rusdianto Emba. Namun dia membenarkan bahwa pihaknya telah menjerat tersangka baru dalam kasus ini.

Diketahui, dalam perkara ini, KPK telah menjerat mantan Dirjen Bina Keuangan Daerah (Keuda) Kemendagri M Ardian Noervianto (MAN) sebagai tersangka. Ardian pun akan segera diadili

Kasus ini bermula saat Andi Merya meminta bantuan Ardian terkait usulan pinjaman dana PEN sebanyak Rp 350 miliar, tapi Ardian meminta imbalan 3 persen dari nilai usulan, yaitu sekitar Rp 10,5 miliar. Namun KPK menduga suap itu baru terealisasi sebanyak Rp 2 miliar.

"Sekitar Mei 2021, Tersangka LMSA (Laode M Syukur Akbar) mempertemukan tersangka AMN (Andi Merya Nur) dengan Tersangka MAN (M Ardian Noervianto) di kantor Kemendagri, Jakarta, dan Tersangka AMN mengajukan permohonan pinjaman dana PEN sebesar Rp 350 miliar dan meminta agar Tersangka MAN mengawal dan mendukung proses pengajuannya. Tersangka AMN memenuhi keinginan tersangka MAN lalu mengirimkan uang sebagai tahapan awal sejumlah Rp 2 miliar ke rekening bank Tersangka LMSA," ucap Deputi Penindakan KPK Karyoto, Kamis (27/1).

Saat ini M Ardian sedang diadili di Pengadilan Tipikor Jakarta. Ardian didakwa menerima suap Rp 2,405 miliar dari Bupati Kolaka Timur Andi Merya dan LM Rusdianto Emba.

Ardian didakwa bersama Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Kabupaten Muna, Sukarman Loke dan Laode M Syukur Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Muna.

(zap/zap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT