ADVERTISEMENT

6 Fakta Baru Horor Banjir dan Longsor di Kabupaten Bogor

Rizky Adha Mahendra - detikNews
Sabtu, 25 Jun 2022 22:49 WIB
Situasi Lokasi Banjir Bandang di Bogor
Foto: Rizky Adha Mahendra/detikcom
Jakarta -

Bencana banjir bandang dan tanah longsor menimpa sejumlah wilayah di Kecamatan Pamijahan dan Leuwiliang, Kabupaten Bogor. Berbagai kerugian dirasakan warga, mulai dari rusaknya bangunan dan fasilitas umum, hewan ternak hanyut, hingga merenggut korban jiwa.

Bencana tersebut berlangsung pada Rabu (22/6/2022) sekitar pukul 18.00 WIB hingga 20.00 WIB malam hari. Bencana tersebut diakibatkan oleh intensitas hujan yang tinggi, serta luapan air sungai di sekitar lokasi.

Hingga kini, sejumlah fasilitas umum masih mengalami kerusakan. Ribuan jiwa terdampak akibat bencana tersebut. Berikut 6 fakta terbaru banjir dan tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Bogor:

1. Merenggut 3 Korban Jiwa

Bencana tersebut merenggut tiga korban jiwa akibat tertimpa tanah longsor. Dua orang bernama Aam (40) dan Umar (42) yang berasal dari Kampung Muara, Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. Serta Yadi Jayadi yang berasal dari Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor.

Kepala Kantor SAR Jakarta selaku SAR Mission Coordinator (SMC) Fazzli mengatakan Yadi Jayadi (27) ditemukan dalam radius 20 km. Korban kemudian dibawa ke rumah duka.

"Korban kita temukan pada radius 20 km, selanjutnya korban dievakuasi menuju rumah duka," jelas Fazzli, Jumat (24/6).

Aam (40) ditemukan di sekitar lokasi longsor di rumahnya. Dia ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

"Meninggal dunia ditemukan satu di lokasi longsor atas nama Ibu Aam, usia 40 tahun," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Aris Nurjatmiko saat dimintai konfirmasi.

Terbaru, Umar (42) ditemukan juga di lokasi longsor. Dia ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh warga.

"Tadi posisi korban telentang dan masih tertimbun sebagian tanah dan bantuan. Lalu kita urai pelan-pelan. Alhamdulillah sekarang sudah diangkat," kata Kasiops dan Siaga Basarnas Jakarta, Agung Priambodo kepada wartawan di Desa Cibunian, Sabtu (25/6).

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT