ADVERTISEMENT

detik's Advocate

Apartemenku Jadi TKP Kejahatan oleh Penyewa, Apakah Saya Bisa Terseret?

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 22 Jun 2022 08:16 WIB
Police line tape. Crime scene investigation. Forensic science.
Ilustrasi (Getty Images/D-Keine)
Jakarta -

Sewa-menyewa apartemen tidak jarang disalahgunakan. Yang awalnya akan dijadikan rumah hunian kerap malah dijadikan lokasi asusila atau untuk menyembunyikan narkoba sehingga harus berurusan dengan aparat. Lalu bagaimana hubungan antara penyewa dan pemilik?

Hal itu menjadi pertanyaan pembaca detik's Advocate yang dikirim ke e-mail: redaksi@detik.com dan di-cc ke andi.saputra@detik.com Berikut pertanyaan lengkapnya:

Halo detik's Advocate

Apabila saya menyewakan apartemen kepada orang lain untuk disewakan selama 1 hari dan atas penyewaan tersebut saya menerima uang pembayaran, lalu apartemen tersebut digeledah oleh polisi. Apakah itu diperbolehkan dan pasal apa yang dapat menjerat saya selaku pemilik unit apartemen?

Terima kasih

Untuk menjawab masalah di atas, tim detik's Advocate meminta pendapat hukum advokat Putra Sianipar SH LLM. Berikut jawaban lengkapnya:

Terima kasih atas pertanyaan yang Saudara berikan. Sejatinya aparat kepolisian memiliki kewenangan untuk melakukan suatu penggeledahan rumah. Namun Saudara tidak memberikan informasi-informasi lebih detail mengenai alasan aparat kepolisian tersebut melakukan tindakan penggeledahan apartemen milik Saudara yang disewakan. Oleh karena itu Kami mencoba menjawab pertanyaan Saudara dengan asumsi-asumsi yang ada.

Suatu penggeledahan sejatinya telah diatur di dalam ketentuan Pasal 33 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), di mana Pasal 33 KUHAP tersebut menyebutkan sebagai berikut:

(1). Dengan surat izin ketua pengadilan negeri setempat penyidik dalam melakukan penyidikan dapat mengadakan penggeledahan rumah yang diperlukan.
(2). Dalam hal yang diperlukan atas perintah tertulis dari penyidik, petugas kepolisian Negara Republik Indonesia dapat memasuki rumah.
(3). Setiap kali memasuki rumah harus disaksikan oleh dua orang saksi dalam hal tersangka atau penghuni menyetujuinya.
(4). Setiap kali memasuki rumah harus disaksikan oleh kepala desa atau ketua lingkungan dengan dua orang saksi, dalam hal tersangka atau penghuni menolak atau tidak hadir.
(5). Dalam waktu dua hari setelah memasuki dan atau menggeledah rumah harus dibuat suatu berita acara dan turunannya disampaikan kepada pemilik atau penghuni rumah yang bersangkutan.

Berdasarkan ketentuan Pasal 33 di atas, Kepolisian dapat melakukan penggeledahan rumah/apartemen milik Saudara.

Simak juga 'Suami Ngamar Bareng PSK, Bagaimana Pembuktiannya Agar Dipidanakan?':

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT