ADVERTISEMENT

Penangguhan Penahanan Dokter Pembakar Bengkel Tewaskan 3 Orang Ditolak

Khairul Ma'arif - detikNews
Senin, 20 Jun 2022 17:57 WIB
Sidang kasus pembakaran maut bengkel di Cibodas, Tangerang, Banten.
Sidang kasus pembakaran maut bengkel di Cibodas, Tangerang, Banten. (Khairul Ma'arif/detikcom)
Jakarta -

Majelis hakim menolak permohonan penangguhan penahanan Merry Anastasia, terdakwa kasus kebakaran maut bengkel di Tangerang. Penolakan ini dilakukan saat sidang lanjutan dengan agenda pemeriksaan ahli yang meringankan terdakwa.

Sidang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang dengan ketua majelis hakim Sih Yularti.

"Karena tidak ada penetapan, sepanjang tidak ada penetapan dari majelis, tidak dikabulkan. Permohonan saudara hanya untuk menyusui, bisa dilakukan di dalam tahanan, kecuali saudara sendiri yang sakit," ujar ketua majelis hakim Sih Yularti saat sidang, Senin (20/6/2022).

Dalam kesempatan ini, Merry sempat memohon untuk tetap diberi penangguhan penahanan. Namun tetap saja hakim tidak mengizinkannya.

"Tidak setiap hari, tidak diizinkan, Minggu itu enggak bisa," ucap terdakwa kasus kebakaran maut bengkel di Tangerang itu, sambil memohon kepada majelis hakim.

"Bisa itu. Kalau itu urusannya nanti dengan lapas," jawab hakim atas permohonan terdakwa.

Pengacara Merry, Dosma Roha Sijabat, mengaku kecewa atas keputusan majelis hakim. Menurutnya, kliennya kooperatif selama dilakukan pembantaran.

"Ini bayinya sudah kami jelaskan, sudah ada surat dari Komnas PA, tapi tidak dihiraukan, tidak diperdulikan," ucap Dosma kepada wartawan di PN Tangerang.

Menurut Dosma, anak terdakwa diarahkan ditaruh di tempat tahanan atau masuk ke dalam lapas. Hal itu dinilai Dosma sangat tragis.

Ia mengungkapkan bayi tersebut tidak memiliki ayah sehingga seharusnya mendapat sentuhan kasih sayang ibu.

"Pastinya ada tindak lanjut, kami tekankan kembali tidak hanya membantu menyelamatkan saudari terdakwa, tapi ada dua manusia. Ada yang dewasa, ada yang masih bayi," ungkap Dosma.

"Dia bayi berhak dilindungi, sudah tidak memiliki seorang Bapak. Biarkan dia mendapatkan sentuhan seorang Ibu. Toh prosesnya kita jalani, toh pengawasannya kita jalankan," sambung Dosma.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT