ADVERTISEMENT

Komnas PA Ajukan Penangguhan Penahanan Dokter Bakar Bengkel Tewaskan 3 Orang

Khairul Ma'arif - detikNews
Selasa, 07 Jun 2022 20:59 WIB
Arist Merdeka Sirait
Arist Merdeka Sirait. (Foto: Khairul/detikcom)
Jakarta -

Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait hadir dalam sidang lanjutan Mery Anastasia yang diduga membakar bengkel pada tahun lalu. Kedatangannya untuk mendampingi dan mengajukan penangguhan penahanan terdakwa Mrry.

"Perspektif saya hadir di sini yaitu untuk perspektif perlindungan anak masih 2,5 bulan loh. Dan itu prosedur hukum. UU peradilan pidana anak juga begitu sebelum dia dihukum dan sebagainya hak anak untuk dilindungi dan juga tidak boleh juga dibawa di lapas. Walaupun ada tempat menyusui di lapas itu tidak benar itu," katanya kepada wartawan di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Selasa (7/6/2022).

"Jadi kita berharap majelis hakim melakukan penangguhan penahanan karena itu prosedur hukum acara dan undang-undang perlindungan anak. Jadi setiap anak tidak bisa tentunya dibawa dalam sel tahanan dan sebagainya karena selain menyusui anak ini membutuhkan perawatan," tegas Arist.

Dia mengaku sudah berkirim surat kepada majelis hakim untuk melakukan penangguhan penahanan terhadap Mery. Menurutnya ini demi kepentingan anak terduga pelaku.

"Karena itu tugas dan tanggung jawab Komnas perlindungan anak maka kami mengeluarkan surat rekomendasi anak ini selama proses persidangan yang saat ini sedang berjalan itu di bawah pengawasan dan perlindungan anak," tambahnya.

"Kita sudah keluarkan surat resmi atas nama organisasi bahwa si anak ini di bawah pengawasan Komnas PA. Jadi tidak ada alasan untuk penahanan si ibunya. Kita akan berjuang keras bahwa ini hak anak dilindungi oleh ibunya sendiri sekalipun ibunya masih dalam situasi terduga masih melakukan tindak pidana," imbuh Arist.

Dia mengaku surat penangguhan penahanan tersebut baru disampaikan tadi pagi ke majelis hakim. Saat ini kondisi Mery sementara waktu akan ditempatkan di LP Wanita Tangerang.

"Karena baru tadi pagi surat itu (penangguhan penahanan) disampaikan ke majelis hakim untuk penangguhan penahanan walaupun sudah ada ketetapan untuk ditahan dan direkomendasukan ke LP Wanita Tangerang," ucapnya.

Arist mengapresiasi majelis hakim yang akan mempertimbangkan surat yang diajukannya.

"Jadi kami akan menulis surat malam ini untuk ke kejaksaan supaya tetap mengabulkan permohonan kita walaupun kita sudah memohon kepada majelis hakim," tuturnya.

Menurutnya meski diajukan penangguhan penahanan proses pemidanaan terhadap terdakwa Merry masih terus berlanjut. Penangguhan penahanan atau tahanan luar diperbolehkan karena ada pertimbangan-pertimbangannya dan bisa juga meminta jaminan dari keluarga.

"Karena apa? Karena yang kita pertimbangkan itu hak anak bukan hak perempuannya. Tapi hak anak untuk mendapatkan asi mendapatkan kasih sayang bahwa proses pemidanaannya itu dalam proses pemeriksaan ya jalan aja. Ini Komnas PA sudah memberikan jaminan dan anak itu masih dalam kepastian hukum di bawah pengawasan kita dan itu juga sudah kita ajukan ke majelis hakim," jelasnya.

Dia menilai jika surat penangguhan penahanan dari Komnas PA kepada Merry ditolak merupakan pelanggaran terhadap hak anak. Menurutnya penangguhan penahanan ini akan berlangsung hingga vonis ditetapkan oleh majelis hakim.

"Pelanggaran terhadap hak anak. Iya di rumah. Sampai ada vonis. Kalau ada vonis dinyatakan bersalah ya itu baru diberikan harus ditahan karena harus menjalani itu," pungkasnya.

Lihat juga Video: Korban Tewas Kebakaran Depot Kontainer di Bangladesh Bertambah Jadi 49 Orang

[Gambas:Video 20detik]



(idn/idn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT