ADVERTISEMENT

4 Aksi Napi Tipu-tipu Catut Pejabat Polisi dari Balik Jeruji

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 17 Jun 2022 21:04 WIB
Ilustrasi Penjara
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/bortn76)
Jakarta -

Aksi penipuan dilakukan oleh pria berinisial SE dan MR. Keduanya merupakan narapidana yang saat ini masih menjalani masa penahanan di penjara.

Tidak tanggung-tanggung, kedua pelaku mencatut nama perwira polisi dalam melakukan aksinya. Nama Wakapolres Metro Jakarta Barat AKBP Bismo Teguh Prakoso dijadikan 'tameng' oleh pelaku untuk beraksi.

Kedua narapidana itu kemudian menggunakan gambar wajah dari AKBP Bismo dalam kontak handphone mereka. Identitas dari AKBP Bismo itu digunakan untuk melakukan aksi penipuan kepada sejumlah pengusaha.

detikcom merangkai sejumlah aksi pencatutan dari kedua narapidana tersebut. Setidaknya ada empat aksi tipu-tipu dari kedua pelaku tersebut.

Beraksi dari Dalam Jeruji Besi

Polisi mengungkap kasus penipuan dengan pelaku dua orang narapidana yang saat ini masih berada di dalam lapas. Tidak tanggung-tanggung, kedua pelaku mencatut nama Wakapolres Metro Jakarta Barat AKBP Bismo Teguh Prakoso dalam melancarkan aksinya.

"Kedua pelaku melakukan penipuan dengan mencatut/mengedit data Wakapolres yang dulu pernah menjabat sebagai Kapolres di Ciamis dan Majalengka. Pelaku kemudian meminta uang kepada pengusaha-pengusaha di kawasan tersebut," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Joko Dwi Harsono kepada wartawan, Jumat (17/6/2022).

Kedua pelaku berinisial SE dan MR. Keduanya saat ini masih berstatus sebagai narapidana dan mendekam di sebuah lapas. Polisi enggan membeberkan lokasi lapas tempat kedua pelaku tersebut ditahan.

"Jadi kedua orang ini mengedit data Wakapolres dengan mengambil foto dan data dari Google. Kemudian diedit seakan-akan itu benar Wakapolres. Mereka edit dengan menggunakan aplikasi," jelas Joko.

Cari Nomor Pengusaha dari Internet

Joko mengatakan para pengusaha menjadi sasaran penipuan pelaku. Salah satu yang hampir menjadi korban diketahui merupakan pengusaha tenda.

"Pelaku mendapatkan kontak para pengusaha berdasarkan penelusuran di Google," jelas Joko.

Menurut Joko, pelaku menghubungi korban seolah-olah sebagai AKBP Bismo. Dalam salah satu upaya penipuan dengan pengusaha tenda, pelaku berdalih telah mengirimkan sejumlah uang lebih dari harga yang disepakati dalam transaksi penyewaan tenda.

Korban yang merasa curiga lalu berkoordinasi dengan AKBP Bismo selaku Wakapolres Metro Jakarta Barat. AKBP Bismo lalu menegaskan tidak pernah bertransaksi dan mengirimkan uang kepada pengusaha tenda tersebut.

"Para korban setelah melakukan pengecekan tidak ada sama sekali uang transferan yang masuk yang diklaim para pelaku ada kelebihan uang transfer," jelas Joko.

Lihat juga video 'Investasi Bodong Alkes, Pelaku Catut Nama Kemenkes Buat Gaet Korban!':

[Gambas:Video 20detik]



Polisi pastikan belum ada korban. Simak di halaman berikutnya:



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT