ADVERTISEMENT

UAS Ungkap Kontrak Politik Saat Dukung Kepala Daerah: Bangun Rumah Qur'an

Dwi Rahmawati - detikNews
Jumat, 17 Jun 2022 19:19 WIB
Ustaz Abdul Somad (UAS) meninggalkan gedung KPK. Ia mengatakan kehadirannya untuk mengisi tausiyah tentang penguatan mental di tubuh lembaga antirasuah itu.
UAS (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Ustaz Abdul Somad (UAS) mengaku dukungan yang dia berikan mampu menjadikan seorang politikus menjadi kepala daerah. Ia juga menyinggung soal kontrak politik saat mendukung calon kepala daerah itu.

Pernyataan UAS disampaikan dalam tayangan video di acara 'Silahturahmi Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI)' di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat. Acara tersebut dihadiri Anies Baswedan hingga Jusuf Kalla.

"Kalau prinsip saya sederhana saja, kalau saya tausiah di satu kabupaten, kota, itu tidak cukup setahun untuk keliling ke kecamatan, ke desa. Tapi kalau yang kita dukung ini bisa duduk jadi wali kota, tentunya ada kontrak politik," papar UAS dalam tayangan video yang disaksikan di lokasi acara, Jumat (17/6/2022).

UAS menjelaskan dukungannya tidak diberikan dengan cuma-cuma. Kontrak politik yang dijanjikan oleh sang calon kepala daerah salah satunya pembangunan rumah Qur'an jika nantinya terpilih.

"Nanti, setelah duduk, dia akan bangun sekolah tahfiz Qur'an, rumah Qur'an, kemudian salat berjemaah wajib, Baznas dihidupkan," sambungnya.

UAS pun mencoba meluangkan waktu bertemu dan duduk bersama dengan calon kepala daerah. Menurutnya, kebersamaan perlu dikuatkan supaya dampaknya luas.

"Jadi memang setiap tempat saya selalu meluangkan waktu untuk bertemu, berkumpul. Minta waktu luang duduk bersama apa yang bisa di-support. Mana yang punya pondok pesantren, mana yang punya rumah Qur'an, ada yang punya produk gula merah, ada yang punya produk ini, ada yang umrah. Jadi kita kebersamaan. Jadi, kalau kebersamaan kita pupuk, orang melihat kita besar. Karena dia lihat ada kebersamaan," ungkapnya.

Dalam akhir sambutannya, UAS mengucapkan permintaan maaf jika belum banyak berkontribusi. Dia juga mewanti-wanti untuk tidak saling menjelekkan atau menyebar fitnah.

"Kalau tidak bisa mendoakan, paling tidak jangan saling menjelekkan, jangan fitnah, dan lain sebagainya. Saya amat sangat mohon maaf kepada guru-guru, sahabat-sahabat, tidak banyak berkontribusi. Mohon maaf atas segala kekhilafan. Akhirnya saya ucapkan tahniah, selamat atas program-program yang sudah dan yang akan datang kita lakukan bersama," papar dia.

Lihat juga video 'Heboh Sejumlah Orang Tolak UAS Ceramah di Jonggol':

[Gambas:Video 20detik]



(lir/lir)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT