ADVERTISEMENT

Di Depan Anies-JK, UAS Pamer Dukungannya Berbuah Kursi Walkot-Gubernur

Dwi Rahmawati - detikNews
Jumat, 17 Jun 2022 17:15 WIB
UAS di acara Silahturahmi Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI) (Dwi Rahmawati/detikcom)
UAS di acara Silahturahmi Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI) (Dwi Rahmawati/detikcom)
Jakarta -

Ustaz Abdul Somad (UAS) menegaskan tidak berpolitik. Namun, dia mengaku dukungan yang dia berikan mampu menjadikan seorang politikus sebagai kepala daerah.

Klaim itu UAS sampaikan dalam sambutannya mengenai 'Kontribusi dalam Bidang Politik dan Dakwah Kultural' di acara Silahturahmi Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI), Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat. UAS memberikan sambutan melalui rekaman video.

"Pembahasan yang kedua tentang politik. Jadi beberapa sahabat kurang setuju bahwa saya, saya tidak berpolitik sampai hari ini, tapi pendapat-pendapat saya men-support orang-orang politik sehingga dia duduk menjadi wali kota, beberapa tempat saya men-support menjadi gubernur," ungkap UAS dalam tayangan video, Jumat (17/6/2022).

Kendati demikian, UAS menuturkan beberapa orang menilai dukungan yang dia berikan menodai dakwah. Padahal, lanjutnya, dalam sejarah Indonesia, pendakwah kerap berdekatan dengan politik.

"Karena bagi kawan-kawan, sahabat-sahabat, ini menodai dakwah. Iya kalau yang di-support ini menang, kalau kalah?" tuturnya.

"Padahal, kalau kita lihat dalam sejarah itu, Syekh Abdurrauf As-Singkili adalah mufti dari Kerajaan Aceh, artinya berdekatan dengan politik dan kalau kita baca juga Syekh Muhamad Arsyad, mufti Kerajaan Banjar, begitu juga dengan Wali Songo, mereka dekat sekali. Bedanya, mereka mewarnai kekuasaan, bukan mereka diwarnai oleh kekuasaan. Yang dikhawatirkan adalah kita diwarnai oleh kekuasaan," sambungnya.

Lebih lanjut, UAS menjelaskan dukungannya tidak serta merta diberikan dengan cuma-cuma. Ada kontrak politik yang dijanjikan oleh sang calon kepala daerah, salah satunya pembangunan rumah Qur'an jika nantinya terpilih.

"Prinsip saya sederhana saja, kalau saya tausiah di salah satu kabupaten, kota, itu tidak cukup setahun atau keliling ke kecamatan ke desa. Tapi yang kita dukung ini bisa duduk jadi wali kota tentunya ada kontrak politik. Nanti setelah duduk dia akan bangun sekolah tahfiz Qur'an, rumah Qur'an, kemudian salat berjemaah wajib, Baznas dihidupkan," ungkap UAS.

Dalam akhir sambutannya, UAS mengucapkan permintaan maaf jika belum banyak berkontribusi. Dia juga mewanti-wanti untuk tidak saling menjelekkan atau menyebar fitnah.

"Kalau tidak bisa mendoakan paling tidak jangan saling menjelekkan, jangan fitnah dan lain sebagainya. Saya amat sangat mohon maaf kepada guru-guru, sahabat-sahabat, tidak banyak berkontribusi. Mohon maaf atas segala kekhilafan. Akhirnya saya ucapkan tahniah, selamat atas program-program yang sudah dan yang akan datang kita lakukan bersama," papar dia.

Untuk diketahui, Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI) menggelar kegiatan Silahturahmi dan Musyawarah Nasional 1 Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia Tahun 2022. Kegiatan tersebut bertema 'Konsolidasi Organisasi Serta Peneguhan Peran JATTI di Kancah Nasional dan Global'.

Hadir dalam acara ini Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Wakil Ketua MPR yang juga anggota JATTI Hidayat Nur Wahid, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani, hingga Wakil Presiden (Wapres) ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla.

Tonton juga: Bakso Semox Racikan Wanita Modis

[Gambas:Video 20detik]



(mae/tor)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT