ADVERTISEMENT

Pakar Hukum UI Nilai Vonis MA yang Bebaskan Samin Tan Rusak Akal Sehat

Andi Saputra - detikNews
Rabu, 15 Jun 2022 14:21 WIB
Update gedung MA, Kamis (7/4/2016).
Gedung MA (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Pakar hukum pidana Universitas Indonesia (UI) Gandjar Laksmana menilai putusan bebas yang dijatuhkan terhadap Samin Tan janggal. Putusan yang dikuatkan hingga tingkat kasasi itu dinilai Gandjar merusak yurisprudensi hingga akal sehat.

"Putusan MA yang membebaskan Samin Tan itu merusak yurisprudensi yang sudah lahir sejak 1916, logika hukum, bahkan akal sehat," kata Gandjar dalam akun Twitternya yang telah diizinkan untuk dikutip detikcom, Rabu (15/6/2022).

Vonis kasasi itu diketok oleh ketua majelis Suhadi dengan anggota Suharto dan Ansori. Putusan itu diketok pada 9 Juni 2022 dengan panitera pengganti Dwi Sugiarto. Majelis menilai Samin Tan tidak menanggapi WhatsApp dari mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih soal 'terima kasih' atas pemberian Rp 4 miliar.

"Nggak yakin Rp. 4 miliar cuma gratifikasi. Nggak ada pertukaran kepentingan atau meeting of mind? Penerapan pasal gratifikasi memang cara maksimal untuk mengamankan (baca: melindungi) pemberi. Padahal konteksnya jelas suap," ujar Gandjar.

Menurut Gandjar, dalam suap bisa terjadi: ada pemberi, tidak ada penerima. Penyuap dijerat sendirian.

"Sedangkan bila ada penerima, pasti ada pemberi. Dijerat dua-duanya," ucap Gandjar.

Lihat juga video 'Ekspresi Bahagia 'Crazy Rich' Samin Tan Usai Divonis Bebas':

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT