ADVERTISEMENT

Satu Terdakwa Sakit, Sidang Kebakaran Lapas Tangerang Ditunda

Khairul Maarif - detikNews
Selasa, 14 Jun 2022 17:21 WIB
Sidang kebakaran Lapas Tangerang (Khairul-detikcom)
Sidang kebakaran Lapas Tangerang (Khairul/detikcom)
Jakarta -

Sidang lanjutan perkara kebakaran Lapas Tangerang ditunda. Sidang ditunda oleh majelis hakim karena ada satu terdakwa sakit.

Sidang lanjutan hari ini dilakukan di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang yang hanya dihadiri tiga terdakwa. Satu terdakwa yang tidak hadir bernama Panahatan Butarbutar.

"Sidang ditunda sampai Selasa (21/6/2022) Minggu depan," ujar ketua majelis hakim Aji Suryo dalam sidang di PN Tangerang, Selasa (14/6/2022).

Sementara itu, pengacara empat terdakwa Budi Haryadi mengatakan Panahatan sedang dirawat di rumah sakit.

"Saya juga baru ditelepon semalam, sekiranya hari ini keluar dan kalau kondisi fit, akan hadir. Tapi sampai saat ini kita tunggu memang belum. Jadi ditunda untuk satu minggulah," kata Budi kepada wartawan di tempat yang sama.

Dia menambahkan Panahatan dirawat di RSUD Kabupaten Tangerang. Budi mengaku belum sempat mengecek ke rumah sakit.

"Saya belum cek langsung, hanya dapat kabar sedang dirawat di rumah sakit," ucapnya.

Kabar sakitnya Panahatan diketahui setelah Budi meneleponnya semalam. Menurutnya, Panahatan belum bisa hadir ke persidangan.

"Namun belum boleh pulang. Kalau sudah pulang ya hadir, ternyata belum bisa," ungkapnya.

Budi menyebut sebenarnya sidang ini bisa dilakukan meski dengan tiga terdakwa. Tetapi ada majelis hakim beranggapan bahwa dirasa kurang efektif.

"Ditunda satu minggu sampai 21 Juni 2022. Agendanya masih pemeriksaan terdakwa. Ini sidang yang ke-15 kali," jelasnya.

Sebelumnya, empat mantan petugas Lapas Kelas I-A Kota Tangerang didakwa lalai sehingga menyebabkan kebakaran yang membuat orang lain meninggal dunia. Kebakaran lapas itu berujung tewasnya 49 orang narapidana atau napi.

Keempat terdakwa tersebut adalah Suparto, Rusmanto, Yoga Wido Nugroho, dan Panahatan Butarbutar. Suparto, Rusmanto, dan Yoga didakwa dengan Pasal 359 KUHP. Sedangkan Panahatan didakwa dengan Pasal 188 KUHP.

"Barangsiapa karena kesalahannya atau kealpaannya menyebabkan orang lain mati," ucap jaksa saat membacakan surat dakwaannya dalam persidangan.

Diketahui kebakaran di Lapas Kelas I-A Tangerang terjadi pada 8 September 2021 pagi. Kebakaran bermula di Blok C yang merupakan hunian untuk narapidana kasus narkoba.

Kala itu di Blok C terdapat 122 napi kasus narkoba. Sebanyak 40 narapidana tewas di lapas; satu narapidana tewas di ambulans; dan delapan narapidana tewas di RSUD Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang.

Luka bakar menjadi penyebab utama napi yang tewas di RSUD. Sementara itu, akibat kebakaran tersebut, puluhan narapidana mengalami luka-luka.

Dari 49 napi yang tewas, satu orang merupakan narapidana kasus pembunuhan, satu orang narapidana kasus terorisme, dan sisanya narapidana kasus narkoba. Di antara mereka yang tewas, ada dua warga negara asing dan sisanya warga negara Indonesia.

Simak juga video 'Komnas HAM Minta Status Napi Korban Kebakaran Lapas Tangerang Dihapuskan':

[Gambas:Video 20detik]



(knv/knv)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT