ADVERTISEMENT

Final Keputusan Polda Metro soal Tes Buta Warna Bikin Calon Bintara Gagal

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 03 Jun 2022 07:16 WIB
Gedung Mapolda Metro Jaya
Gedung Polda Metro Jaya (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Kasus Fahrifadillah Nur Rizky (21) yang gagal masuk pendidikan Bintara Polri menimbulkan polemik. Fahri dinyatakan gagal karena buta warna parsial setelah ia dinyatakan lulus seleksi tahap I.

Pemuda asal Pekayon, Jakarta Timur ini dinyatakan buta warna parsial pada saat tim supervisi melakukan tes ulang. Atas dasar temuan ini Polda Metro Jaya menyatakan keputusan menggugurkan Fahri itu sudah final.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Zulpan mengatakan dari hasil supervisi tersebut Fahri dinyatakan tidak memenuhi syarat menjadi anggota Polri karena buta warna parsial. Keputusan panitia seleksi menggugurkan Fahri dalam seleksi calon Bintara Polri tidak akan berubah.

"Sikap Polda Metro Jaya hingga sampai hari ini kami tidak akan mengubah keputusan itu, karena keputusan tersebut dapat dipertanggungjawabkan," ujar Zulpan kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (2/6/2022).


Polda Metro Pedomani Hasil Tes Tim Penguji

Zulpan mengatakan tes buta warna terhadap Fahri dilakukan oleh tim dokter yang menguji. Tim penguji adalah ahli yang kompeten dan dapat dipertanggungjawabkan serta terikat kode etik kedokteran.

"Polda Metro Jaya dalam hal ini menghargai dan mempedomani apa yang menjadi hasil tes tim dokter yang telah menggunakan metode saintifik dan juga kode etik kedokteran. Jadi hasil yang dilakukan oleh tim dokter untuk menentukan kesehatan mata yang bersangkutan hasilnya adalah buta warna parsial," jelas Zulpan.

Zulpan lalu menjelaskan hasil tes buta warna pada saat supervisi yang berdampak terhadap gugurnya Fahri dalam seleksi tersebut. Bahwa supervisi tersebut merupakan rangkaian dalam seleksi peserta ibarat 'quality control'.

"Kegiatan supervisi ini adalah rangkaian kegiatan rekrutmen atau penerimaan, di mana supervisi ini adalah tahapannya ada di akhir ibaratnya sama seperti kegiatan quality control terkait dengan kegiatan rekrutmen yang dilakukan," katanya.

Pengujian Dilakukan Secara Transparan

Kegiatan supervisi ini mempedomani aturan dari Mabes Polri. Supervisi tersebut juga dilakukan oleh panitia pusat dari Mabes Polri.

"Hasil supervisi mengungkapkan bahwa yang bersangkutan memiliki kelainan pada matanya, sehingga kami telah melakukan langkah-langkah secara transparan, terbuka, termasuk juga dalam rangka menghadirkan orang tua peserta pada saat kita lakukan uji ulang di RS Polri," tuturnya.


Baca di halaman selanjutnya: Polda Metro Jaya punya bukti Fahri tak mampu tes buta warna

Simak Video 'Fahri Calon Bintara Gagal Saat Tes Buta Warna Diungkap':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT