ADVERTISEMENT

Buta Warna Bikin Fahri Gagal Jadi Polisi, Kapolda Metro Gelar Evaluasi

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 02 Jun 2022 08:03 WIB
Sejumlah petugas kepolisian berpakaian lengkap bersiaga di depan gedung DPR. Pengamanan dilakukan terkait aksi demo yang akan digelar massa di depan gedung itu.
Ilustrasi polisi melakukan pengamanan demo (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Hasil tes buta warna dalam seleksi Bintara Polri yang membuat Fahrifadillah Nur Rizky (21) gagal berangkat pendidikan menimbulkan polemik. Polda Metro Jaya menyatakan Fahri tidak memenuhi syarat karena buta warna parsial, di sisi lain Fahri mengaku tidak buta warna.

Fahri mengikuti seleksi calon Bintara Polri tahun anggaran (TA) 2021. Warga asal Pekayon, Jakarta Timur ini mendaftar sebagai anggota Polri di Polres Metro Jakarta Timur.

Fahri mengikuti serangkaian tahapan seleksi mulai dari awal hingga akhir di Polda Metro Jaya. Fahri dinyatakan lolos seleksi tahap I.

Permasalahan Fahri buta warna parsial ini baru diketahui ketika panitia pusat melakukan supervisi terhadap peserta. Fahri sempat dites ulang dan ternyata mengalami buta warna parsial, sehingga ia gagal mengikuti pendidikan Bintara Polri TA 2021.

Kasus Fahri ini membuat Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran buka suara. Jenderal bintang dua ini menyatakan akan melakukan evaluasi.

"Saya akan evaluasi," ujar Irjen Fadil Imran kepada detikcom, Rabu (1/6/2022).


Fahri Buka Suara soal Hasil Tes

Fahrifadillah Nur Rizky buka suara soal tes buta warna saat seleksi Bintara Polri pada 2021, dia dinyatakan tidak buta warna, tetapi pada saat supervisi ia dinyatakan buta warna. Terkait pernyataan Polda Metro Jaya yang menyebutnya lolos tes buta warna karena menghafal buku tes, menurutnya, Polri punya buku tes buta warna tersendiri.

"Kalau menghafal itu--yang saya ketahui ya--waktu saya tes buta warna dari Polri itu dia kaya bikin sendiri bukunya. Jadi tidak dijual bebas, buku (tes buta warna) Polri. Jadi kalau (dibilang) menghafal itu engak bisa dan juga kalau misalkan tes umum, saya nggak mungkin hapal sampai beberapa halaman seperti itu," ujar Fahri saat dihubungi detikcom, Selasa (31/5/2022) malam.

Fahri lalu bicara soal dua kali tes sebelumnya yang gagal. Versi Polda Metro Jaya, Fahri gagal tes di 2019 dan 2020 karena buta warna parsial. Akan tetapi, Fahri sendiri saat itu tidak tahu kegagalannya di mana.

"Kalau dua kali gagal itu, karena waktu itu saya tes enggak dikasih tahu gagal di mana. Jadi kita tes nih, dari awal sampai akhir udah jalan aja lancar. Sampai nanti tiba-tiba di layar tulisannya 'tidak memenuhi syarat'. Tahunya itu dari layar proyektor yang ditampilkan bahwasanya tidak memenuhi syarat," jelasnya.

Akan tetapi, Anggota Komisi DPR RI Hillary Brigitta Lasut mengungkapkan Fahri pernah melakukan terapi buta warna di Yogyakarta setelah dinyatakan tidak lulus karena buta warna ketika tes di tahun sebelumnya.


Baca di halaman selanjutnya: Hillary Lasut unggah hasil tes buta warna Fahri dan bicara soal Fahri pernah terapi buta warna.

Simak Video 'Klarifikasi Polisi soal Viral Curhatan Calon Bintara Gagal karena 'Ditukar':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT