ADVERTISEMENT

Kritik soal Rompi Tangkal Korupsi Mengemuka Dibalas Bukan Ide KPK

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 02 Jun 2022 21:05 WIB
Gedung baru KPK
Gedung KPK (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

KPK kembali menuai kritik gara-gara rompi anyar berkelir biru yang disebut sebagai penangkal korupsi. Membalas kritik itu, KPK menangkal bahwa rompi biru itu bukan ide dari lembaga antirasuah.

Dirangkum detikcom, Kamis (2/6/2022), bermula pada kegiatan pembekalan antikorupsi yang dilakukan KPK pada Selasa, 31 Mei 2022, kepada PT PLN. Di akhir acara, Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron menyematkan rompi biru ke jajaran PLN.

"Kami berharap kolaborasi ini tidak hanya berhenti pada saat memasang rompi antikorupsi. Karena, kalau sampai ada rilis atau konpers yang rompinya rompi oranye, kan menakutkan. Lebih baik kita pakai rompi penangkal rompi oranye tersebut. Itu yang penting," kata Ghufron saat itu.

"Mudah-mudahan ini seperti jas hujan. Jas hujan dari penangkalnya rompi oranye," tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama (Dirut) PLN Darmawan Prasojo menyambut baik kerja sama ini. Dia memandang pemberian rompi ini merupakan yang pertama kalinya.

"Penyematan rompi ini adalah pertama kali yang dilakukan oleh KPK pada dunia usaha, sehingga ini adalah awal yang baik, di mana perjalanan panjang untuk memerangi korupsi akan berjalan dengan lebih baik lagi dalam rangka, dalam suasana kebersamaan. Untuk itu, kami ucapkan terima kasih," kata Darmawan.

Rompi oranye memang identik dengan rompi bagi tahanan KPK, rompi bagi para tersangka KPK. Sedangkan rompi yang dikenalkan KPK kini berwarna biru yang disebut Ghufron sebagai penangkal rompi oranye.

MAKI Minta KPK Hentikan Gimik

KPK memperkenalkan rompi berwarna biru yang disebut sebagai penangkal korupsi saat kegiatan pembekalan antikorupsi kepada PT PLN Persero. Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) meminta KPK menghentikan gimik.

"Saya minta kepada KPK tolong hentikan gimik, hentikan narasi, hentikan yang sifatnya, bahkan di level saya, itu ngeles," ujar Ketua MAKI Boyamin Saiman ketika dihubungi, Selasa (31/5).

Simak kritik lain soal rompi biru KPK di halaman selanjutnya:



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT