ADVERTISEMENT

Eks Dirut PNRI Isnu Edhi Segera Diadili di Kasus Korupsi e-KTP

Nahda Rizki Utami - detikNews
Kamis, 02 Jun 2022 17:27 WIB
Isnu Edhi Wijaya
Tersangka korupsi pengadaan e-KTP Isnu Edhi Wijaya (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

KPK menyatakan berkas perkara Direktur Utama Perum Percetakan Negara Republik (PNRI) Isnu Edhi Wijaya dan Ketua Tim Teknis Teknologi Informasi Penerapan e-KTP Husni Fahmi telah lengkap. Mereka segera diadili terkait kasus korupsi pengadaan e-KTP.

"Hari ini (Kamis, 2/6) tim jaksa menerima penyerahan Tersangka dan barang bukti (tahap II) Tersangka ISE dan Tersangka HSF dari tim penyidik karena menurut tim jaksa dari seluruh kelengkapan formil dan materiil berkas perkara telah terpenuhi dan lengkap," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Kamis (2/6/2022).

Ali mengatakan tim jaksa KPK melanjutkan masa penahanan terhadap Isnu Edhi Wijaya dan Husni Fahmi selama 20 hari ke depan hingga Selasa (21/6). Mereka ditahan di Rutan KPK.

"Tim jaksa kembali melanjutkan masa penahanan para tersangka untuk masing-masing selama 20 hari ke depan, terhitung 2 Juni 2022 sampai 21 Juni 2022 di Rutan KPK pada Pomdam Jaya Guntur," jelas Ali.

Selanjutnya, Ali menyebut jaksa KPK akan menyusun surat dakwaan selama 14 hari. Jaksa akan melimpahkan berkas dakwaan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

"Pelimpahan berkas perkara dan surat dakwaan segera dilaksanakan tim jaksa dalam waktu 14 hari kerja ke Pengadilan Tipikor," ujar Ali.

"Persidangan diagendakan di Pengadilan Tipikor pada PN Pusat," sambungnya.

Untuk diketahui, salah satu perkara lawas yang diusut KPK kembali muncul ke permukaan dengan penahanan terhadap dua orang tersangka, yaitu korupsi pengadaan paket penerapan KTP elektronik atau e-KTP. Korupsi besar-besaran ini setidaknya membuat negara rugi sekitar Rp 2,3 triliun.

Lihat juga video 'KPK Tahan Tersangka Kasus Korupsi e-KTP Isnu Edhy-Husni Fahmi':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT