KPK Selisik Pemenangan Tender Perusahaan Paulus Tannos di Kasus e-KTP

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Rabu, 02 Mar 2022 11:10 WIB
Gedung baru KPK
Gedung KPK (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

KPK telah memeriksa empat saksi terkait kasus dugaan korupsi e-KTP. Para saksi dimintai konfirmasi soal proses pemenangan tender perusahaan milik tersangka Paulus Tannos dalam proyek e-KTP.

"Seluruh saksi hadir dan dikonfirmasi antara lain terkait dengan proses dilaksanakannya tender pengadaan e-KTP dan penentuan perusahaan tersangka PLS (Paulus) sebagai salah satu yang menenangkan tender dimaksud," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Rabu (2/3/2022).

Keempat saksi itu adalah PNS Sekretariat Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Achmad Purwanto dan Kusmihardi, PNS Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Endah Lestari, serta pensiunan PNS Kementerian Dalam Negeri Teguh Widyanto.

Para saksi diperiksa pada Selasa (1/3) di gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan. Mereka diperiksa untuk tersangka Paulus Tannos, yang sampai saat ini belum ditahan.

Tannos diketahui menjadi tersangka kasus e-KTP sejak 2019. KPK juga sudah mengetahui keberadaan Tannos kala itu.

"Proses di penyelidikan sudah ada interaksi awal dengan PLS (Paulus Tannos). Nanti kita lihat penyidik seperti apa. Yang pasti kerja sama dengan otoritas setempat sudah dilakukan," ucap Wakil Ketua KPK saat itu Saut Situmorang di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (13/8/2019).

"Kita lihat apa bisa menghadirkan. Nanti penyidik sudah punya rencana untuk itu," imbuh Saut.

Tannos merupakan 1 dari 4 tersangka baru yang dijerat KPK kala itu. Tiga tersangka lainnya adalah Miryam S Haryani, Isnu Edhi Wijaya, dan Husni Fahmi. Isnu dan Husni baru saja ditahan akhir-akhir ini.

Saut menyebut Tannos berperan sebagai Direktur Utama PT Sandipala Arthaputra, salah satu perusahaan yang tergabung dalam Konsorsium PNRI yang mengerjakan proyek e-KTP. Dalam Akta perjanjian konsorsium disebutkan perusahaan itu bertanggung jawab atas pekerjaan pembuatan, personalisasi, dan distribusi blangko e-KTP.

Dari catatan detikcom, Tannos pernah pula diperiksa KPK pada Mei 2018. Saat itu Tannos diperiksa KPK di Singapura. Pada 18 Mei 2017, Tannos juga memberi kesaksian di persidangan e-KTP melalui telekonferensi karena sedang berada di Singapura.

Simak juga 'Ekstradisi Diteken, KPK Maksimalkan Upaya Pemeriksaan Paulus Tannos':

[Gambas:Video 20detik]



(azh/knv)