Terkuak Jejak Digital Guru Ngaji di Depok Cabuli 10 Santri

ADVERTISEMENT

Terkuak Jejak Digital Guru Ngaji di Depok Cabuli 10 Santri

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 01 Jun 2022 05:31 WIB
Ilustrasi Pencabulan Anak. Andhika Akbarayansyah/detikcom.
Ilustrasi (Foto: Andhika Akbarayansyah)

Terdakwa di dalam persidangan disebut mengakui perbuatannya. MMS mengaku menyesal melakukan tindakan tersebut.

"Terdakwa mengakui bahwa telah melakukan seluruh perbuatan sebagaimana dakwaan jaksa, dan terdakwa menyesali perbuatannya," ucap Andi Rio.

Adapun menurut keterangan 3 ahli kedokteran menyebutkan tidak ditemukan gangguan kejiwaan pada terdakwa. Hasil yang didapat dari pemeriksaan sejalan dengan dakwaan yang dilimpahkan jaksa.

"Berdasarkan keterangan dan informasi dari para ahli, menurut hasil visum pada para korban bahwa benar adanya berasalkan dari hasil pencabulan," papar Andi Rio.

"Ketiga ahli dari keilmuan kedokteran ini pendapat atau keterangannya yang diungkapkan sesuai mendukung dengan apa yang telah didakwakan oleh jaksa penuntut umum," lanjutnya.

Andi Rio mengatakan sidang tuntutan akan dilaksanakan 13 Juni 2022 di Pengadilan Negeri Depok.

Untuk diketahui, MMS didakwa melanggar Pasal 82 ayat (1), ayat (2), ayat (4) Jo Pasal 76 E Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Republik Indonesia Nomor Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 65 ayat I KUHP.


(idn/idn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT