Muhammadiyah Dukung Guru Ngaji Cabul di Depok Dihukum: Guru Harus Bermoral!

ADVERTISEMENT

Muhammadiyah Dukung Guru Ngaji Cabul di Depok Dihukum: Guru Harus Bermoral!

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Sabtu, 18 Des 2021 07:25 WIB
Ketua PP Muhammadiyah Prof. Dr. H Dadang Kahmad
Dadang Kahmad (dok. Muhammadiyah)
Jakarta -

Seorang guru ngaji inisial MMS diduga mencabuli 10 murid perempuan di Beji, Depok, Jawa Barat. PP Muhammadiyah mendukung polisi mengusut tuntas kasus ini.

"Saya kira memang kalau itu melanggar asusila, melanggar hukum yang harus diproses," kata Ketua PP Muhammadiyah, Dadang Kahmad kepada wartawan, Jumat (17/12/2021).

Dadang mengatakan bahwa semua guru agama harus memiliki moralitas yang tinggi. Dia mengatakan ilmu agama yang dimiliki guru harus diamalkan.

"Semua guru agama, guru ngaji itu harus menahan diri, harus punya moralitas tinggi, jadi pelajaran agama ini dicerna, dipahami dipraktekkan, jangan hanya di pikiran, jangan hanya di pengetahuan saja. Karena agama itu berbeda dengan pengetahuan umum yang lain," tutur dia.

Guru agama, kata Dadang, harus menjadi panutan. Dia menambahkan bahwa ilmu agama yang diajarkan, harus diterapkan oleh guru agama.

"Kalau agama kan perlu pelaksanaan, karena itu guru agama itu yang menjadi panutan, tokoh sentral dalam kehidupan beragama. Saya kira semua agama ini kasus-kasunya itu aja, semua agama mungkin mereka itu tidak bisa memahami ajaran agamanya mungkin," ujarnya.

Baca berita selengkapnya pada halaman berikut.

Simak Video 'Miris, Guru Ngaji di Sidoarjo Sodomi Puluhan Santri':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT