Viral Anies Bicara Hikmah Formula E 'Digusur' dari Monas ke Ancol

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 29 Mei 2022 16:44 WIB
Ribuan jamaah berkumpul di Jakarta International Stadium, Jakarta, Senin (2/5/2022). Usai rampung beberapa waktu lalu stadion JIS kini juga digunakan untuk melaksanakan salat Ied.
Anies Baswedan (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berbicara soal ajang Formula E yang semula direncanakan di Monas kemudian bergeser ke Ancol. Anies menyampaikan hikmah di balik Formula E digelar di Ancol.

Pernyataan Anies itu viral di media sosial seperti dilihat Minggu (29/4/2022). Anies menyampaikan hal tersebut di acara PKS DKI di kawasan Ancol beberapa hari lalu.

Video Anies berbicara hal demikian juga diunggah oleh relawan Anies Baswedan, Geisz Chalifah, di media sosialnya. Dalam video itu, Anies menyebut Formula E Jakarta akan disiarkan di 170 negara.

"Ini disiarkan langsung lebih dari 170 negara, menyiarkan langsung pertandingan itu," kata Anies dalam tayangan video yang juga diunggah Geisz. Geisz telah mengizinkan video itu dikutip.

Anies kemudian berbicara rencana awal Formula E Jakarta digelar di Monas. Anies menyampaikan saat itu Monas diupayakan jadi lokasi balap mobil listrik untuk mengenalkan ikon Jakarta.

"Kami ingin kita punya ikon yang dunia tahu, kenapa pengin di Monas? Supaya wajah Monas itu, gambar Monas itu nanti menjadi ikon dunia. Kalau lihat bangunan itu, ini Jakarta, kalau lihat Jakarta, ini Monas. Itu cita-citanya. Eh nggak boleh, Bapak-Ibu. Ya sudah jadi pindah ke mana? Pindah ke Ancol," kata Anies.

Anies lalu berbicara soal hikmah Formula E yang akhirnya pindah ke Ancol. Anies mengatakan Jakarta International Stadium (JIS) yang akan disorot sebagai ikon Jakarta.

"Subhanallah apa yang terjadi? Gambarnya latar belakangnya Jakarta Internasional Stadium. Jadi nanti kalau pertandingan backgorundnya JIS, bukan kita yang meniatkan. Digusur, digusur, digusur, akhirnya kita di sini. Dan ketika di sini akhirnya nanti yang jadi ikon Jakarta adalah JIS, alhamdulillah. Padahal dulu rencananya adalah Monas," ujar Anies.

"Ini adalah hikmah yang muncul kemudian, cuma kita ini memang bukan Khidr, Pak. Kalau kita Nabi Khidr kita tahu sebelum kejadian, kita ini rombongan Musa, Pak. Kejadian dulu baru tahu hikmahnya," imbuh Anies.

Anies juga berharap museum Rasulullah di Jakarta segera terealisasi tahun depan.

"Jadi pas kejadian kita belum tahu apa nanti hikmahnya, ternyata hikmahnya ini. Dan mudah-mudahan di tahun berikutnya museum Rasulluah tahun depan sudah jadi," kata Anies.

Penjelasan Relawan

Sementara itu, Geisz juga berbicara soal hikmah yang terjadi di Jakarta. Komisaris Ancol ini berencana menulis buku soal cerita di balik kejadian di Ibu Kota.

"Selalu dan selalunya ada hikmah dari berbagai kejadian. Kelak nanti setelah ini semua berakhir, jalan mendaki dan terjal ini terlewati. Saya akan menulis buku beragam cerita fakta di balik berbagai kejadian," kata Geisz.

Perihal pernyataan Anies soal 'digusur', Geisz yang juga sebagai Produser Jakarta Melayu Festival memberi penjelasan. Geisz menyebut ini tentang perpindahan lokasi Formula E dari Monas ke wilayah lain sampai akhirnya diputuskan digelar di Ancol.

"Perpindahan dari Monas ke wilayah lain, selain Monas. Yang akhirnya ditetapkan di Ancol," kata Geisz.

Simak Video 'Hadiri Milad Ke-20 PKS, Anies Baswedan Diteriaki 'Presiden'':

[Gambas:Video 20detik]

(idn/gbr)