Inspirasi

Sosok Bu Nani Viral, Sosok Keibuan-Mau Jemput Murid Bermasalah

Fakhri Fadlurrohman - detikNews
Minggu, 29 Mei 2022 15:33 WIB
Bu Nani atau Nani Roswati, guru di SMKN 1 Tambun Selatan, Bekasi. (Fakhri Fadlurrohman/detikcom)
Bu Nani atau Nani Roswati, guru di SMKN 1 Tambun Selatan, Bekasi. (Fakhri Fadlurrohman/detikcom)
Bekasi -

Sosok Bu Nani viral lagi, status WhatsApp (WA)-nya direspons positif oleh warganet, bahkan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta. Begini sosok Bu Nani di mata kolega guru dan murid-muridnya.

Bu Nani viral pada 2019 dan beberapa hari lalu dia viral lagi. Status WA dia menarik perhatian warganet. Bu Nani menyatakan 'nilai ujian tak penting' bila hasilnya tidak seperti yang diharapkan. Yang lebih penting, orang tua tetap membantu anaknya meraih cita-cita. Nilai akademik bukanlah ukuran kesuksesan anak menggapai cita-citanya. Sosok Bu Nani pemasang status WA itu dikenal sebagai guru yang baik.

Nani Roswati, nama lengkapnya, dikenal sebagai guru perempuan yang kuat dan bertanggung jawab terhadap muridnya. Dia mengajar di SMKN 1 Tambun Selatan. Hal ini disampaikan guru rekan Nani, yakni Mulyono. Selain sebagai guru, Nani dilihatnya sebagai ibu tiga anak yang berjuang sendiri.

"Kalau menurut saya ya, Bu Nani seorang yang baik dan tanggung jawab orangnya, dan juga mandiri karena memang perjalanan hidupnya saya hampir tahu dia itu kan waktu itu masih single parent ditinggal suaminya dan mengurus anak-anaknya sendiri, memang luar biasa perjuangannya," tutur Mulyono ketika diwawancarai detikcom pada Jumat (27/5).

Selain Mulyono, guru bernama Iin bercerita bagaimana dedikasi Nani sebagai guru tidak diragukan lagi. Iin bercerita, Nani pernah menjemput anak didiknya yang bermasalah karena sudah malas bersekolah.

Bu Nani atau Nani Roswati, guru di SMKN 1 Tambun Selatan, Bekasi. (Fakhri Fadlurrohman/detikcom)Bu Nani atau Nani Roswati, guru di SMKN 1 Tambun Selatan, Bekasi. (Fakhri Fadlurrohman/detikcom)

"Ke siswa yang bermasalah itu masyaallah didatangi, dia kan itu pakai motor ya, jemput ke daerah Kirana dari sini kan jauh sekali ya Cibitung, sampai sekarang itu anaknya berhasil ya dikatakan mau lulus ya," tuturnya.

Iin bersaksi apa yang dilakukan Nani tidak hanya sekali. Beberapa murid yang bermasalah pun sering Nani datangi dan dirujuk untuk kembali bersekolah hingga lulus.

Menurut Iin, alasan mengapa Nani melakukan hal tersebut karena panggilan jiwa. Karena itu, kata Iin, segala rezeki yang didapatkan Nani saat ini adalah buah dari perjuangannya.

"Allah berkuasa ya, karena mungkin sudah waktunya, perjuangannya sekarang dapat jodoh yang baik, dapat P3K, (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) sudah saatnya dia bahagia. Allah berikan sekarang kebahagiaan yang bertubi-tubi, dari kebaikan-kebaikan, ada siswa yang nggak bisa bayar ditalangi," cerita Iin sembari menahan tangis.

Trimaya, salah satu guru di SMKN 1 Tambun pun bercerita bagaimana Nani bisa melakukan pendekatan dengan murid-murid. Menurut Trimaya, Nani adalah orang yang lemah lembut.

"Beliau itu nggak memaksakan orangnya, pendekatan kepada anak itu secara personal biasanya, dia mendekati anaknya sesuai karakter anaknya," ungkapnya.

Tidak hanya guru, anak murid Nani pun bercerita bagaimana sosok Nani selama menjadi guru di sekolah. Salah satunya diceritakan Fadhil.

Fadhil bercerita Nani adalah sosok guru yang asik. Selama menjadi guru Nani sering memberikan motivasi kepada murid-muridnya. Selain itu, Nani terbuka dan memberikan waktu kepada muridnya yang ingin bercerita.

"Sering nyeritain masa depan di depan itu kayak gini loh, nyiapin diri dari sekarang buat ke depan tuh begini, kalau misalnya ada yang mau diceritain malu di dalam sekolah bisa ke rumah Bu Nani atau kita nongkrong di luar," ucap Fadhil.

Kebaikan Nani pun diceritakan Eki, murid kelas XII jurusan perkantoran 1. Menurut Eki, Nani adalah sosok yang bersahaja dan sering memberi semangat untuk terus berjuang.

"Dia tuh orangnya humble, Bunda tuh keibuan banget, dia itu nggak nyuruh kita buat bisa atau nggak, pokoknya dia nyemangatin kita terus sampai kita bisa. Setiap di kelas dia ngasih motivasi terus, kalau kita nggak bisa kita harus terus berjuang, semangat terus, jangan gampang menyerah," cerita Eki.

Kesaksian kebaikan Nani pun diceritakan Ahmad yang mengaku sering menjadi target Nani untuk menyanyikan 'Indonesia Raya' di depan kelas. Alasannya, karena Ahmad sering keluar di jam pelajaran Nani mengajar.

"Baik banget sama saya, saya kan badeur ya kalau dia ke kelas saya pasti saya yang dicari, apalagi kalau dia masuk ke kelas saya, saya disuruh nyanyi 'Indonesia Raya', soalnya saya kalau pelajaran dia suka keluar, nggak pernah dimarahi, tapi dinasehati kalau ada guru di kelas jangan pernah keluar-keluar lagi," tuturnya.

Simak juga 'Tekad Guru Honorer Tertua dan Bergaji Minim di Sukabumi':

[Gambas:Video 20detik]

(dnu/dnu)