Demokrat Sayangkan IAS Hengkang, Persilakan Menata Hati

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 29 Mei 2022 15:02 WIB
Ilham Arief Sirajuddin (IAS). (dok. Istimewa)
Ilham Arief Sirajuddin (IAS) (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Ketua Bappilu DPP Partai Demokrat Andi Arief menyayangkan Ilham Arief Sirajuddin (IAS) hengkang dari Partai Demokrat ke Partai Golkar. Padahal, kata Andi Arief, Demokrat sudah mempersiapkan IAS maju sebagai calon gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel).

"Karena kan Partai Demokrat sudah menyatakan dia sebagai calon gubernur dari Partai Demokrat ke depan, ya kita menyayangkan, tapi kita tidak bisa menghalangi keinginan Pak IAS ya atau Partai Demokrat kan memang selain partai tokoh juga, kita sudah partai bergerak secara sistem," kata Andi Arief dalam rekaman suara, Minggu (29/5/2022).

Andi Arief menyayangkan IAS memilih keluar saat Partai Demokrat disebutnya kini punya elektabilitas 12,5 persen. Andi Arief berharap dapat tetap berkomunikasi dengan IAS.

"Jadi sayang, sayang sekali Pak IAS meninggalkan Partai Demokrat yang sekarang ini posisinya 12,5 persen, tapi ya yang penting kita harus tetap menjalin komunikasi," ujar Andi Arief.

Andi Arief membiarkan IAS untuk menata hati. Andi Arief tak memungkiri ada rasa kekecewaan dalam diri IAS karena tak terpilih menjadi Ketua DPD Sulsel.

"Ya biarkan Pak IAS menata hati dulu, ya kan, menata hatinya mungkin ada, ya setiap manusia pasti ada rasa keinginan, ada kekecewaan dan lain sebagainya, saya kira itu manusiawi lah," ujarnya.

"Tapi kita berharap ya, kader-kader Demokrat itu biasa menyelesaikan persoalan dengan rasional dan dengan jalan yang bagus," imbuhnya.

Sebelumnya, Ilham Arief Sirajuddin mengungkap alasannya meninggalkan Partai Demokrat dan bergabung ke Golkar. IAS mengaku ingin mencari tempat yang lebih dihargai.

"Pertama, saya membutuhkan organisasi di mana saya dan cita-cita saya mengabdi di kancah lebih besar bisa lebih dihargai," ujar IAS dalam keterangannya, seperti dikutip dari detikSulsel, Jumat (27/5).

IAS kemudian menyoroti Ni'matullah yang dipilih sebagai Ketua Demokrat Sulsel meski hanya didukung delapan suara suara DPC pada Musda, Desember 2021. Sedangkan IAS, yang memenangi Musda dengan 16 suara DPC, tidak dipercaya DPP.

Simak juga 'Teriakan Presiden untuk AHY Kala Berkunjung ke Jatim':

[Gambas:Video 20detik]

(whn/gbr)