ADVERTISEMENT

Suarakan Raffi Ahmad Jadi Capres 2024, PKS Dikritik Sebagai Partai Kader

Farih Maulana Sidik - detikNews
Minggu, 29 Mei 2022 07:23 WIB
Gedung PKS (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)
Foto: Gedung PKS (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Ketua PKS Zulkieflimansyah menilai Raffi Ahmad lebih pantas dicalonkan partainya sebagai calon presiden (capres) dibanding Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Prabowo Subianto. Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai pernyataan tersebut tidak serius.

"Sebenarnya PKS ini hanya iseng-iseng, lucu-lucuan buat ice breaking supaya soal pencapresan itu tidak melulu hanya mereka yang langganan di survei," kata Adi kepada wartawan, Sabtu (28/5/2022).

Dia menilai Zulkieflimansyah bicara Raffi Ahmad sebagai capres yang cocok bagi PKS karena memiliki popularitas. Namun dia menilai Raffi belum 'punya nama' di kancah politik.

"(Dibanding) Ganjar, Prabowo, Anies, Sandi, makannya mengusulkan Raffi Ahmad karena Raffi itu suka nggak suka, sosok yang populer. Tapi untuk urusan politik, urusan negara dan bangsa, Raffi bukan siapa-siapa," ucapnya.

Adi menilai PKS iseng-iseng bicara Raffi Ahmad pantas menjadi capres 2024 karena telah kehilangan momentum politik. Menurutnya, PKS sebagai partai oposisi pemerintah nyaris tidak pernah menjadi kekuatan poros politik baru dan tak punya kader sebagai kandidat capres.

"Sehingga mencoba untuk memunculkan figur-fugur yang kemudian dianggap populer bagi mereka seperti Raffi Ahmad," ucapnya.

PKS Didorong Promosikan Gubernur NTB

Adi menyebut PKS memiliki kader-kader yang hebat, salah satunya Gubernur NTB Zulkieflimansyah. Menurutnya, Zulkieflimansyah cukup layak dipromosikan PKS sebagai kandidat capres karena memiliki latar pendidikan dan politik yang mentereng.

"Mestinya PKS itu mempromosikan Zul sebagai kandidat capres. Zul itu kan memiliki latar pendidikan yang cukup mapan, sekolahnya di Inggris, post doktoralnya di Amerika, kemudian saat ini Gubernur NTB. Ya kapasitas dan kompetensinya sudah bisa dibaca oleh publik, ketimbang Raffi Ahmad yang terkesan hanya lucu-lucuan, mending PKS serius mengusung Zulkiflimansyah sebagai kandidat," ujarnya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya:

Saksikan juga 'Mik Politikus PKS Mati Saat Interupsi Paripurna Dipimpin Puan':

[Gambas:Video 20detik]



Dia pun menyinggung soal pemilih dan kader PKS yang terafiliasi sebagai pendukung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Adi menyarankan simpatisan dan kader PKS mulai menyuarakan kadernya sendiri yakni Zulkieflimansyah sebagai kandidat capres 2024.

"Ketimbang PKS bingung menciptakan momentum politik, solusinya lucu-lucuan seperti mengusulkan Raffi Ahmad atau kader PKS itu terasosiasi ingin mendukung Anies di capres yang sebenarnya nggak ada untungnya buat PKS secara elektoral, ya sebaiknya PKS mengusung kader terbaiknya, salah satunya Zulkieflimansyah," ungkapnya.

Adi menganggap PKS enggan mempromosikan kader-kader terbaiknya untuk bisa bersaing dengan seperti Anies, Ganjar, hingga Prabowo. Sebab, PKS saat ini terkesan lebih banyak memposisikan diri sebagai pendukung Anies.

"Itu kontraproduktif, nggak nguntungin PKS dukung Anies, apa untungnya? Secara elektoral nggak ada. Bahwa Anies populer, Anies Gubernur Jakarta, masuk 3 besar survei iya. Tapi kan bukan kader PKS, lalu apa gunanya PKS selalu declare partai kader kalau kadernya tidak diorbitkan sebagai kandidat capres?" imbuhnya.

Ketua PKS: Raffi Ahmad Pantas Capres, Bukan Anies

Ketua Badan Pembinaan Kepemimpinan Daerah DPP PKS Zulkieflimansyah sebelumnya mengungkapkan sosok yang pantas dicalonkan partainya untuk Pilpres 2024. Zulkieflimansyah menyebut sosok tersebut bukan Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Prabowo Subianto.

"Sebagai Ketua DPP PKS yang bertanggung jawab terhadap pembinaan kepala-kepala daerah PKS, malam ini di Jakarta dalam rangka milad PKS yang ke-20, kami kepala-kepala daerah dari PKS ngumpul-ngumpul bahas pilpres," kata Zulkieflimansyah di akun resmi Instagramnya seperti dilihat, Sabtu (28/5).

Zulkieflimansyah lalu bercerita, dari obrolan kepala daerah PKS, siapa yang pantas dicalonkan pada Pilpres 2024. Tercetuslah nama Raffi Ahmad karena masih muda dan memberikan pemikiran yang baru.

"Negeri ini butuh cara berpikir baru. Karena tantangan ke depan benar-benar baru dan menantang. Ternyata, dari ngomong-ngomong informal dengan kepala-kepala daerah PKS ini, kalau ditanya siapa yang pantas dicalonkan PKS di Pilpres 2024, yang muncul bukanlah Anies Baswedan, Ganjar, dan Prabowo, tapi sosok muda seperti Raffi Ahmad," ujarnya.

"Menarik ini," sambung Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) ini.

(fas/jbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT