Ketum Projo Puji Manuver Golkar-PAN-PPP di Koalisi Indonesia Bersatu

Inkana Putri - detikNews
Jumat, 27 Mei 2022 17:16 WIB
Koalisi Indonesia Bersatu
Foto: Dok. Istimewa
Jakarta -

Ketua Umum Pro Jokowi (Projo), Budi Arie Setiadi menilai manuver Partai Golkar, PAN dan PPP membentuk Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) memberi warna baru dalam perpolitikan nasional. Pasalnya, ketiga partai sepakat untuk menjadi partai non-blok dan belum mengusung nama capres.

"Saya puji langkah mereka ini. Ini bagus. Koalisi tiga partai ini sudah menjadi warna dalam perpolitikan nasional," kata Budi dalam keterangan tertulis, Jumat (26/5/2022)

Menurut Budi, Golkar sebagai partai senior bersama PPP dan PAN memiliki kemampuan yang baik dalam membaca situasi menjelang Pemilu 2024. Sebab, terdapat beberapa partai yang sudah bicara soal capres dan cawapres. Hal ini membuat partai lain yang akan bergabung menjadi segan untuk bergabung.

"Mereka sadar betul tadi '2024 siapa nih?' Mereka bentuk koalisinya dulu, tidak langsung bicara soal capres dan cawapresnya. Dia grouping dulu. Ini sebenarnya koalisi yang dibangun oleh Golkar, PAN, dan PPP ini menurut saya cerdas," katanya.

Lebih lanjut, Budi mengatakan pembentukan koalisi ini juga akan mencegah benturan. Ia menambahkan upaya koalisi Golkar, PPP, dan PAN juga akan membuat partai lainnya menentukan langkah selanjutnya.

"Golkar ini, dengan PAN dan PPP, di bawah nggak tabrakan. Jadi, ini mengunci ada tiga sampai empat partai dengan manuver ini, di luar PDI dan Gerindra, ya Nasdem, Demokrat, PKS sudah terkunci," katanya.

"Coba bayangkan maneuver ini. Ini kan di tengah nih, ada tiga-empat partai yang tersisa untuk berkoalisi, Nasdem, PKB, Demokrat, dan PKS. Nah itu kawinnya bagaimana tuh? Empat partai ini, dia perlu tiga untuk jadi satu tiket. Nah, empat partai ini harus jadi satu untuk dapatkan tiket," lanjutnya.

Meski demikian, Budi menilai keempat partai tersebut tak akan mudah dalam memutuskan berkoalisi.

"Dari isi ideologi, dari sisi calonnya, pasti ruwet. Selama partai itu ngunci, dia itu jadi sesuatu yang mempersulit koalisi. Menurut saya, (KIB) ini manuver paling cerdas," pungkasnya.

(akd/ega)