Pelaku Ekshibisionisme di Jaktim Ditangkap, Diduga Keterbelakangan Mental

Antara - detikNews
Jumat, 27 Mei 2022 16:48 WIB
Pelaku kejahatan jalanan diborgol polisi / pelaku street crime. Agung Pambudhy/Detikcom.
Ilustrasi borgol. (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Seorang pria berinisial RS (41) ditangkap warga karena diduga melakukan tindakan ekshibisionisme di Malaka Sari, Duren Sawit, Jakarta Timur (Jaktim). RS lalu diserahkan ke Polsek Duren Sawit.

Hasil pemeriksaan polisi, pria tersebut diduga mengalami keterbelakangan mental. RS pun dilepaskan polisi karena pihak korban juga tak membuat laporan ke kepolisian.

"Pelapor atau korban tidak membuat laporan. Pelaku itu sudah agak keterbelakangan mental," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jaktim AKBP Ahsanul Muqaffi, Jumat (27/5/2022).

RS sebelumnya ditangkap usai kepergok melakukan tindakan asusila itu. Namun, Ahsanul mengaku belum mengetahui apakah kejiwaan pelaku telah diperiksa terlebih dahulu sebelum dibebaskan.

"Belum saya cek. Pokoknya intinya itu," ujar Ahsanul.

Pelaku Ekshibisionisme Ditangkap

Sebelumnya, RS babak belur dihakimi warga karena kedapatan memamerkan alat vitalnya ke tiga remaja perempuan di Malaka Sari, Duren Sawit, pada Rabu (25/5) sekitar pukul 19.30 WIB.

Anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kelurahan Malaka Sari, Munajat, mengatakan pelaku diduga sudah kerap berulah sehingga meresahkan warga, khususnya perempuan.

"Orang tersebut sudah kurang lebih lima kali, sering. Tadi (sebelum ditangkap) dia sengaja kencing di depan anak-anak perempuan," ujar Munajat.

RS sempat diamuk massa saat aksinya ketahuan warga di Jalan Delima Dua, Malaka Sari, Duren Sawit, Jaktim.

"Ditangkap sekitar bakda Isya oleh warga karena memang melihat orang tersebut sudah sering ke sini," kata Munajat.

Warga sempat menduga RS dalam pengaruh obat-obatan saat diinterogasi warga. Pelaku diduga sudah sering melakukan aksi tak senonoh sehingga membuat warga merasa khawatir.

"Jadi, korban sudah hafal. Jadi, langsung melapor dan ditangkap. Diamankan di rumah ketua RW," ucap Munajat.

Menurutnya, warga berinisiatif meningkatkan patroli keamanan di lingkungan permukiman agar aksi ekshibisionisme di lingkungannya tak terjadi lagi.

"Ada beberapa orang yang saya tahu. Ada lima sudah saya pantau. Orangnya berbeda-beda. Kami sedang dalami salah satunya dari CCTV," tutur Munajat.

RS lalu diserahkan warga ke Polsek Duren Sawit. Kasusnya diselidiki Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Metro Jaktim. (jbr/mei)