detikcom Do Your Magic

SJUT Jaksel Sudah 100%, Baru 44 Operator yang Masukkan Kabel ke Tanah

Danu Damarjati - detikNews
Rabu, 25 Mei 2022 14:36 WIB
Galian SJUT di Jl Kapten P Tendean, 19 November 2021. (Marteen Ronaldo Pakpahan/detikcom)
Galian SJUT di Jl Kapten P Tendean, 19 November 2021. (Marteen Ronaldo Pakpahan/detikcom)
Jakarta -

Gangguan galian kabel di jalanan Jakarta Selatan meliputi kawasan Mampang hingga Kebayoran Baru direncanakan bakal tak ada lagi karena sudah ada Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT). SJUT di Jaksel sudah selesai dibangun, tapi belum sepertiga operator pemilik kabel yang memindahkan kabelnya dari atas tiang ke bawah tanah.

Data ini diunggah oleh Dinas Bina Marga DKI lewat akun Instagramnya, 24 Mei, diakses detikcom pada Rabu (25/5/2022).

Kondisi kabel-kabel utilitas di Jl Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Di bawahnya, SJUT sudah tersedia. Kondisi 13 Mei 2022. (Danu Damarjati/detikcom)Kondisi kabel-kabel utilitas di Jl Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Di bawahnya, SJUT sudah tersedia. Kondisi 13 Mei 2022. (Danu Damarjati/detikcom)

"Progres pekerjaan pelaksanaan tersebut dilakukan oelh PT Jakarta Propertindo (JAKPRO) mengerjakan wilayah Jakarta Selatan pada tujuh ruas jalan dengan total panjang sekitar 19.459 meter (sudah mencapai 100%)," kata Bina Marga.

Adapun proyek SJUT di Jakarta Pusat (satu ruas) dan di Jakarta Barat (satu ruas) dikerjakan oleh PD Pembangunan Sarana Jaya. Total panjangnya 775 meter.

Kembali ke Jakarta Selatan, di Jl Mampang Prapatan Raya, kabel-kabel masih bergelantungan di ketinggian tiang meski SJUT di bawah tanah sudah selesai dikerjakan. Panjang SJUT di Mampang ini 5.281 meter. Ada 51 operator di Mampang, sebanyak 27 operator telah menandatangani berita acara kesepakatan (BAK), baru 23 operator yang memasukkan kabelnya ke dalam SJUT di bawah tanah.

Di Jl Kapten P Tendean, SJUT telah dibangun di sepanjang 3.986 meter jalan. Ada 39 operator kabel optik di sini, baru 15 operator yang menandatangani BAK, dan baru 14 operator yang 'memindahkan' kabelnya dari tiang dan memindahkannya ke dalam SJUT.

Di Jl Cikajang, SJUT sudah kelar dibangun di sepanjang 3.024 meter jalanan. Sebanyak 17 operator ada di sini, tapi baru 3 operator yang menandatangani BAK dan baru 1 operator yang memasukkan kabelnya ke SJUT.

Di Jl Senopati, SJUT sudah dibangun di sepanjang 1.483 meter jalanan di sini. Ada 3 operator yang sudah meneken BAK dan 2 operator memindahkan kabelnya ke SJUT.

Di Jl Wolter Monginsidi, SJUT dibangun di sepanjang 2.444 meter jalan. Ada 19 operator yang punya kabel di jalanan ini. Baru 4 operator yang meneken BAK. Baru 3 yang memindahkan kabelnya masuk ke SJUT.

Pasukan kuning dari Dinas Bina Marga DKI Jakarta memotong kabel semrawut di Jl Mampang Prapatan Raya, Jakarta Selatan, 7 April 2022. (Danu Damarjati/detikcom)Pasukan kuning dari Dinas Bina Marga DKI Jakarta memotong kabel semrawut di Jl Mampang Prapatan Raya, Jakarta Selatan, 7 April 2022. (Danu Damarjati/detikcom)

Di Jl Suryo, SJUT dibangun di sepanjang 1.290 meter jalan. Ada 16 operator yang punya kabel di jalanan ini. Baru 3 operator yang meneken BAK. Baru 1 yang memindahkan kabelnya masuk ke SJUT.

Di Jl Gunawarman, SJUT dibangun di sepanjang 1.951 meter jalan. Ada 11 operator yang punya kabel di jalanan ini. Baru 1 operator yang meneken BAK. Belum ada operator yang memindahkan kabelnya masuk ke SJUT.

Total di Jakarta Selatan, di ruas-ruas jalan di atas, ada 19.459 meter jalanan yang sudah punya SJUT. Total ada 169 operator utilitas, 57 operator di antaranya sudah menandatangani BAK, 44 operator di antaranya sudah memasukkan kabelnya ke dalam SJUT.

"Progres mitigasi utilitas eksisting ke dalam SJUT saat ini mencapai 26,39% (saat ini masih berproses BAK dengan para pemilik utilitas)," kata Bina Marga.

(dnu/dnu)