Polisi Selidiki Kasus Pet Shop Diduga Telantarkan Anjing Maxi

Khairul Ma'arif - detikNews
Selasa, 24 Mei 2022 23:53 WIB
Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Aldo Primananda Putra
AKP Aldo Primananda Putra (Khairul Ma'arif/detikcom)
Tangerang Selatan -

Polres Tangerang Selatan (Tangsel) menyelidiki pemilik pet shop yang diduga menelantarkan anjing peliharaan milik July Liman yang dititipkan selama 11 hari pada Lebaran 2022. Penelantaran ini diduga menjadi penyebab tewasnya anjing peliharaan July yang bernama Maxi.

"Yang dilaporkan ini sementara dalam lidik, yaitu pemilik pet shop-nya tersebut. Rencana setelah kita lakukan klarifikasi terhadap korban, baru kita panggil para saksi-saksi yang ada," ujar Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Aldo Primananda Putra kepada wartawan di Mapolres Tangsel, Selasa (24/5/2022).

Aldo menuturkan, saat dilaporkan, penyidik sudah melakukan cek TKP dan memeriksa luka-luka yang ada pada hewan peliharaan tersebut. Laporan ini dilakukan terhadap korban yang juga pemilik anjing tersebut yang bernama July Liman.

"Laporan secara perseorangan pribadi karena ini adalah hewan pribadi milik korban," tambahnya.

Aldo menjelaskan, peristiwa ini bermula saat korban menitipkan anjing peliharaannya yang sejenis buldog ketika akan mudik itu di salah satu pet shop tersebut. Menurutnya penitipan itu dilakukan pada 28 April kemudian hingga diambil tanggal 10 Mei.

Namun, saat hendak diambil, anjing tersebut dalam keadaan sakit yang diduga terdapat luka. Luka terdapat di sekitar bagian tubuh, kemudian anjing tersebut kemudian dirawat di RS.

"Dan pada tanggal 16 Mei diketahui anjing peliharaan tersebut meninggal dunia," tuturnya.

Sebelumnya, July Liman melaporkan kejadian yang menimpa hewan peliharaannya kepada polisi setelah mendapati kondisi Maxi memprihatinkan saat hendak diambil. Laporan ke polisi dibuat saat kondisi Maxi sudah mati.

"Sekarang Max udah meninggal. Saya harap pihak pet shop mengakui kesalahannya, minta maaf secara terbuka, bertanggung jawab, tutup pet grooming dan pet hotel-nya karena karyawan beserta owner tidak ada perasaan terhadap hewan. Supaya tidak ada lagi korban-korban seperti Maxi," kata July saat dihubungi, Senin (23/5).

(lir/lir)