detikcom Do Your Magic

Trotoar Metropole Sering Jadi Palagan Adu Mulut Pejalan Kaki Vs Pemotor

Mulia Budi - detikNews
Selasa, 24 Mei 2022 19:21 WIB
Trotoar di sekitar Metropole diterabas pemotor, kerucut oranye dipasang oleh sekuriti setempat, 24 Mei 2022. (Mulia Budi/detikcom)
Trotoar di sekitar Metropole diterabas pemotor, kerucut oranye dipasang oleh sekuriti setempat, 24 Mei 2022. (Mulia Budi/detikcom)
Jakarta -

Pejalan kaki di trotoar Metropole, Jakarta Pusat, sering terlibat adu mulut dengan pesepeda motor bandel yang melintas di trotoar. Hal itu dikatakan oleh seorang petugas sekuriti Universitas Bung Karno, Muhammad Fauzi (39), yang sering berada di lokasi.

"Sering terjadi adu mulut antara pejalan kaki dengan pengendara motor di sini, terjadi pernah ya kita lerai karena memang salah pengendara motor kan," kata Muhammad Fauzi saat ditemui di lokasi, Jl Pegangsaan Timur, Jakarta Pusat, Selasa (24/5/2022).

Fauzi mengatakan para pejalan kaki sering menegur pemotor bandel yang menerabas trotoar. Dia menyebut tak sedikit pemotor yang ngeyel sehingga adu mulut pun akhirnya terjadi.

"Cekcok adu mulutnya itu karena pengendara motor udah tahu ada pejalan kaki yang menggunakan trotoar dia tetap melaju walaupun melajunya itu dengan pelan ya, tapi kan tetep pejalan kaki itu nggak terima lah dengan keadaan begitu kan karena dia sudah punya masing-masing jalannya," tuturnya.

Trotoar di sekitar Metropole diterabas pemotor, kerucut oranye dipasang oleh sekuriti setempat, 24 Mei 2022. (Mulia Budi/detikcom)Sekuriti bernama Muhammad Fauzi. (Mulia Budi/detikcom)

"Ditegur dihadang sama pejalan kaki juga ya rata-rata orang-orang perempuan ya yang negor itu, ya kalau untuk yang lakinya mungkin hanya cuman beruntun di belakang aja, kalau yang perempuan diadang kalau pengendara motornya itu," imbuhnya.

Dia mengatakan ada pula pemotor anggota dinas atau pegawai negeri sipil (PNS) yang pernah menerobos trotoar. Dia mengaku dirinya menegur pemotor anggota PNS itu, kemudian pemotor itu sadar dan meminta pemotor lain turun dari trotoar.

"Bahkan pernah kita tutup sampai ada salah satu dari angkatan (PNS) ya saya nggak sebutkan dari mana salah satu angkatan berpakaian dinas kita tegur baik-baik, 'Mohon maaf mohon izin ini untuk pejalan kaki mohon turun ke bawah ya.' Kita tegur gitu agar tidak terjadi cemburu sosial dengan yang belakangnya gitu. Akhirnya seorang angkatan itu mengerti dan paham gitu, dia turun, salah satu pengendara lain di belakangnya dia mau masuk tapi sama dia setelah dia turun diteriakin ama pengendara motor itu disuruh turun juga ya udah akhirnya semua ikut turun," jelasnya.

Selain itu, Fauzi mengatakan adu mulut sering dialaminya dengan pemotor bandel yang melintasi trotoar. Dia menyebut pemasangan traffic cone yang dilakukan pihaknya semata agar pejalan kaki tidak terganggu dengan pemotor yang terobos trotoar.

"Jadi cekcok antara sekuriti dengan pengendara motor sering terjadi di sini gitu, saling terobos aja, kita udah cegah, dia udah mau masuk roda depannya udah mau masuk traffic cone kita cegat kita pegang aja setangnya. Setangnya kita pegang kita minta izin ngomong baik-baik, kalau dia kasar, ya, kita lebih kasar dari dia gitu, kan mengikuti," tuturnya.

Portal S terpasang 12 unit di sepanjang trotoar median Jl Prof Dr Satrio. (Rakha Ariyanto Darmawan/detikcom)Contoh Portal S di Jl Prof Dr Satrio, Kuningan, Jaksel. (Rakha Ariyanto Darmawan/detikcom)

Lebih lanjut, Fauzi mengatakan seharusnya ada petugas dari Dinas Perhubungan yang menertibkan pemotor tersebut. Dia pun mendukung rencana pemasangan portal S di trotoar Metropole, Jakpus.

"Nah itu lebih baik (jika dipasang portal S) seperti di Kuningan buat pengendara motor juga nggak terlalu bebas gitu kan memasuki area trotoar, kalau begini kan kita bingung juga mau ngusir dari sana, sana masuk, habis sini, sini masuk gitu," ujarnya.

Trotoar Metropole Jakpus Bakal Dipasang Portal S

Kepala Sudin Bina Marga Jakarta Pusat Agustio Ruhuseto mengungkap rencana pemasangan portal S di trotoar sekitar Bioskop Metropole, Jakarta Pusat. Portal S diharapkan bisa mencegah pemotor menerabas jalur pedestrian di lokasi, seperti kondisi yang selama ini dikeluhkan pejalan kaki.

Saat dihubungi, Agustio mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait guna merancang pemasangan portal S. Dia pun meminta tenggat guna merealisasi rencana tersebut.

"Cuma mungkin butuh waktu aja ya. Nanti saya coba koordinasi dengan Dinas untuk nanti bisa dipasang portal S. Itu aja paling," ungkap Agustio saat dihubungi detikcom, Kamis (19/5).

Simak juga 'DKI PPKM Level 1, Anies: Mudah-mudahan Nanti Tak Lagi di Status PPKM':

[Gambas:Video 20detik]

(dnu/dnu)