detikcom Do Your Magic

Sekuriti Pasang Traffic Cone agar Trotoar Metropole Aman dari Pemotor

Mulia Budi - detikNews
Selasa, 24 Mei 2022 18:58 WIB
Trotoar di sekitar Metropole diterabas pemotor, kerucut oranye dipasang oleh sekuriti setempat, 24 Mei 2022. (Mulia Budi/detikcom)
Trotoar di sekitar Metropole diterabas pemotor, kerucut oranye dipasang oleh sekuriti setempat, 24 Mei 2022. (Mulia Budi/detikcom)
Jakarta -

Polisi atau personel Dinas Perhubungan DKI tak kunjung mengamankan trotoar di sekitar Bioskop Metropole, Pegangsaan, Jakarta Pusat, ini dari invasi pesepeda motor. Sekuriti setempat berinisiatif menertibkan keadaan.

Sekuriti Universitas Bung Karno berinisiatif memasang traffic cone (kerucut oranye pembatas jalan) di atas trotoar sekitar kawasan Metropole. Nama sekuriti ini adalah Muhammad Fauzi (39). Dia mengatakan kerucut oranye dipasang untuk melindungi hak pejalan kaki. Kerucut oranye itu dipasang tepat di samping pintu masuk Universitas Bung Karno.

"Karena kita kan satu ya menjaga antisipasi karyawan yang pulang tanpa kendaraan seperti pejalan kaki kan dia menggunakan trotoar, nah trotoar itu wajib hukumnya hanya pejalan kaki bukannya pengendara roda dua," kata Fauzi saat ditemui di trotoar tempat tropicone dipasang, Selasa (24/5/2022).

"Jadi kami berinisiatif buat memasang traffic cone di salah satu titik di mana pintu keluar masuknya kendaraan biar tidak terjadi arus kendaraan roda dua naik ke atas trotoar gitu, biar tidak mengenai pejalan kaki yang lain bukan hanya karyawan kita doang," sambungnya.

Trotoar di sekitar Metropole diterabas pemotor, kerucut oranye dipasang oleh sekuriti setempat, 24 Mei 2022. (Mulia Budi/detikcom)Trotoar di sekitar Metropole diterabas pemotor, kerucut oranye dipasang oleh sekuriti setempat, 24 Mei 2022. (Mulia Budi/detikcom)

Fauzi mengatakan traffic cone itu hanya dipasang waktu sore hari mulai pukul 15.00 WIB hingga 20.00 WIB. Pemasangan juga dilakukan pada hari kerja, yaitu dari Senin-Jumat.

"Kalau di sini kan arus lalu lintas macetnya itu sekitar pukul 3 ya, pukul 3 itu udah kita masuk kita pasang cone, traffic cone-nya sampai mungkin jam 20.00 WIB malam baru kita lepas," ujarnya.

Dia mengatakan sempat melihat petugas Dinas Perhubungan (Dishub) datang ke lokasi Jumat (20/5) lalu. Dia menyebut petugas Dishub hanya mengatur parkir liar bukan menertibkan pemotor yang sering menerabas trotoar.

"Kalau buat ngatur petugas Dishub itu nggak ada ya, adanya petugas Dishub yang parkir liar aja, pengguna motor kayak ojol ya (yang parkir) di atas trotoar maupun di bawah trotoar, pinggir jalan. Diangkut-angkutin sama Dishub dari ujung stasiun, Pasar Kembang, sampai pengkolan Megaria (nama lain Metropole), lampu merah Megaria, bersih," tuturnya.

"Nggak ada yang tertibin motor yang ada di atas trotoar nggak ada, cuman dia cuman nertibkan parkir liar aja. Itu juga udah berapa hari yang lalu, terakhir kalau nggak salah Jumat (20/5) siang, sekitar jam 11.00 WIB-an," imbuhnya.

Trotoar di sekitar Metropole diterabas pemotor, kerucut oranye dipasang oleh sekuriti setempat, 24 Mei 2022. (Mulia Budi/detikcom)Trotoar di sekitar Metropole diterabas pemotor, kerucut oranye dipasang oleh sekuriti setempat, 24 Mei 2022. (Mulia Budi/detikcom)

Lebih lanjut, Fauzi mengatakan pihaknya berinisiatif memasang traffic cone tersebut sejak 2018. Dia mengaku, sejak dia mulai bekerja di Universitas Bung Karno, pemotor sudah banyak yang melintas di atas trotoar.

"Kalau untuk saya bekerja di sini udah 5 tahun ya 2018 saya kerja di sini dan saya pun berinisiatif dengan rekan-rekan sekuriti semua bekerja sama untuk menutup jalan gitu, traffic cone-nya di atas trotoar menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan," ujarnya.

Trotoar di sekitar Metropole diterabas pemotor, kerucut oranye dipasang oleh sekuriti setempat, 24 Mei 2022. (Mulia Budi/detikcom)Trotoar di sekitar Metropole diterabas pemotor, kerucut oranye dipasang oleh sekuriti setempat, 24 Mei 2022. (Mulia Budi/detikcom)

Simak juga 'Formula E Sudah di Depan Mata, Anies: Kesempatan Dunia Lihat Jakarta':

[Gambas:Video 20detik]

(dnu/dnu)