Polisi Bantah Isu Korban Penipuan Jadi 'ATM' Penyidik Polsek Pancoran

Tim detikcom - detikNews
Senin, 23 Mei 2022 12:52 WIB
Kapolres Metro Jaksel Kombes Budhi Herdi Susianto
Kapolres Metro Jaksel Kombes Budhi Herdi Susianto (Yogi/detikcom)
Jakarta -

Sebuah isu liar menyeruak di media sosial menyebutkan bahwa korban penipuan, BD, dijadikan sebagai 'ATM' penyidik Polsek Pancoran. Polres Jakarta Selatan membantah tuduhan tersebut.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi Susianto mengatakan kasus tersebut kini telah diambilalih Polres Metro Jakarta Selatan. Budhi mengatakan pihaknya akan melakukan penyidikan kasus ini sesuai prosedur.

"Intinya terhadap kasus ini sudah kami asistensi dan kami akan proses oleh Polres dan nantinya kalau terbukti akan kami teruskan sampai ke pengadilan. Kalau tidak terbukti, ya prinsipnya kami bekerja sesuai prosedur ketentuan, secara profesional," tutur Budhi dalam keterangan kepada wartawan, Senin (23/5/2022).

Semula korban berinisial BD ini melaporkan dugaan penipuan terkait cek kosong ke Polsek Pancoran pada 2020. Laporan korban tertuang dalam laporan bernomor: 59/K/VI/2020/Sek Pancoran, tertanggal 16 Juni 2020.

Kerugian korban saat ini mencapai sekitar Rp 810 juta. Kasus ini kemudian bergulir di Polsek Pancoran.

Namun belakangan, kasus ini mandeg hingga 2 tahun lamanya. Ada dugaan bahwa korban selama ini hanya dijadikan 'ATM' dan oknum penyidik tak benar-benar menyelidiki kasus korban ini.

Kombes Budhi menjelaskan bahwa penyidik Polsek Pancoran saat itu telah menetapkan terlapor sebagai tersangka di kasus tersebut dan juga telah menahannya. Tapi belakangan, menurut Budhi, terjadi kesepakatan antara korban degan terlapor.

"Namun, di tengah perjalanan ada semacam kesepakatan antara korban dengan terlapor, bahkan ada semacam pembayaran walaupun belum seluruhnya diterima oleh pelapor," katanya.

Lihat juga video 'Ibu Muda di Subang Tipu Ratusan Orang Via Arisan Online Fiktif, Raup Rp 2 M':

[Gambas:Video 20detik]



Baca selengkapnya di halaman selanjutnya.