5 Fakta WN Latvia Tersangka Skimming ATM di Jakarta

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 21 Mei 2022 05:32 WIB
Roberts Markarjancs (46), pria asal Latvia ditangkap atas pembobolan ATM modus skimming di Jakarta.
Roberts Markarjancs (46), pria asal Latvia ditangkap atas pembobolan ATM modus skimming di Jakarta. (Yogi Ernes/detikcom)
Jakarta -

Pria warga negara (WN) Latvia, Roberts Markarjancs (46) ditangkap polisi atas pembobolan ATM modus skimming. Tersangka melakukan skimming di sejumlah ATM di Jakarta Barat (Jakbar) dan Jakarta Selatan (Jaksel).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan mengatakan Markarjancs ditangkap atas laporan dari pihak bank yang telah dirugikan. Tim Opsnal Unit IV Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya di bawah pimpinan AKBP Handik Zusen dan Kompol Noor Marghantara kemudian melakukan penyelidikan.

"Dari hasil olah TKP, observasi dan CCTV di beberapa TKP mengarah kepada diduga pelaku. Kemudian dari analisis CCTV didapati bahwa pelaku adalah seorang laki-laki berkewarganegaraan asing yang mengemudikan motor Yamaha Lexi," ujar Kombes Zulpan kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (20/5/2022).

Polisi kemudian mendapatkan informasi keberadaan Markarjancs di salah satu bank unit Ciganjur, Jl M Kahfi, Ciganjur, Jakarta Selatan, pada Rabu (18/5). Namun saat didatangi ke lokasi, tersangka telah meninggalkan lokasi dan mengarah ke Depok.

"Selang beberapa saat kemudian tim menunggu beberapa saat, tim mendapatkan informasi bahwa pelaku berada di salah satu bank di Beji dan kemudian dilakukan penangkapan terhadap tersangka," katanya.

Dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka didapat sejumlah fakta. Berikut fakta-fakta terkait penangkapan tersangka yang dirangkum detikcom:

1) Kerugian Bank Rp 1,2 Miliar

Zulpan mengatakan tersangka sudah melakukan skimming sejak April 2022. Markajancs membobol dua bank yakni bank swasta dan bank BUMN dengan nilai kerugian dari salah satu bank mencapai miliaran rupiah.

"Dari dua bulan hasil perhitungan penyidik dan hasil pengecekan ke pihak bank yang dirugikan total kerugian semua Rp 1,2 miliar," ujar Zulpan.

Modus operandi tersangka adalah dengan melakukan skimming. Tersangka memperoleh data-data nasabah yang telah di-copy ke kartu ATM 'baru'.

"Modusnya tersangka melakukan skimming dengan cara menggunakan kartu yang dia dapatkan yang ditujukan untuk menampung data nasabah dengan cara menggesekkan melalui mesin yang terhubung ke laptop," katanya.

Baca di halaman selanjutnya: dikendalikan 'bos' via Telegram

Simak Video: Raup Rp 1,5 M dari Skimming ATM, Seorang WNA Latvia Ditangkap!

[Gambas:Video 20detik]