Modus WN Latvia Pelaku Skimming di Jakarta: Wajah Ditutup Topi dan Masker

Dwi Rahmawati - detikNews
Jumat, 20 Mei 2022 21:16 WIB
Roberts Markarjancs (46), pria asal Latvia ditangkap atas pembobolan ATM modus skimming di Jakarta.
Roberts Markarjancs (46), pria asal Latvia, ditangkap terkait pembobolan ATM modus skimming di Jakarta. (Yogi Ernes/detikcom)
Jakarta -

Pria WN Latvia, Roberts Markarjancs (46), diduga telah membobol sejumlah ATM di wilayah Jakarta dengan modus skimming. Dalam aksinya, pelaku kerap menggunakan topi dan masker serta jaket untuk menutupi wajahnya.

"Iya yang bersangkutan setiap kali melakukan skimming di ATM ini selalu memakai topi, masker dan jaket. Biar ketutup wajahnya," ujar Kanit IV Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Noor Marghantara saat dihubungi detikcom, Jumat (20/5/2022).

Noor Marghatara mengatakan tersangka melakukan pola yang sama saat melakukan aksinya di sejumlah ATM.

"Jadi polanya sama setiap kali dia melakukan itu dia pakai topi, masker dan jaket buat menutupi," katanya.

Dikendalikan Bos Via Telegram

Polisi mengungkapkan, Roberts Markajancs (46), pelaku skimming di Jakarta, memiliki bos. Menurut polisi, Markajancs dan sang bos berkomunikasi via Telegram.

"Tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain, karena dia bekerja juga ada perintah pimpinan yang membantu menyiapkan semuanya, termasuk pentrasferan uang," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (20/5).

Markarjancs telah beraksi di Jakarta sejak April 2022. Dia kerap melakukan aksi skimming di daerah Jakarta Barat dan Jakarta Selatan.

Zulpan mengatakan pelaku tidak seorang diri dalam melakukan tindakan skimming. Ada sosok lain yang mengarahkan pelaku dalam melakukan aksi kejahatannya tersebut.

Markarjancs, kata Zulpan, acap kali mendapatkan perintah perihal skimming melalui grup pesan Telegram.

"Setelah data info nasabah tersebut akan diakses menggunakan kartu yang akan diakses melalui kartu ATM tersebut ke rekening bank yang diperintahkan pimpinan melalui Telegram," ujar Zulpan.

(mea/mea)