Massa Aksi di Depan DPR Bubarkan Diri, Ancam Gelar Demo Lagi Pekan Depan

Anggi Muliawati - detikNews
Jumat, 20 Mei 2022 18:42 WIB
demo dpr
Situasi di depan gedung DPR setelah aksi PPMI-ARM. (Anggi/detikcom)
Jakarta -

Massa aksi Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) dan Aliansi Rakyat Menggugat (ARM) hari ini sudah selesai menggelar aksi di depan gedung DPR, Jakarta Pusat. Massa mengancam akan menggelar demo serupa pekan depan.

"Seminggu lagi (akan demo kembali) massa lebih banyak, tuntutan masih sama cabut omnibus law, harga minyak turun," kata Koordinator Lapangan ARM, Ayu kepada wartawan di lokasi, Jumat (20/5/2022).

Ayu mengatakan untuk titik aksi masih akan berlangsung di DPR RI. Dia menyebut pihaknya akan mengundang sejumlah aliansi lain.

"Kami akan mengundang aliansi lain. Tempat masih di sini, kita pengennya sih ke kementerian-kementerian," katanya.

Pantauan detikcom di lokasi, Jumat (20/5/2022), pukul 17.40 WIB, massa aksi berangsur pergi meninggalkan gedung DPR RI. Mobil komando terlihat meninggalkan lokasi dan diikuti oleh para massa aksi yang menaiki bus.

Arus lalu lintas di sekitar lokasi terpantau cukup padat. Petugas kepolisian pun terlihat masih mengatur lalu lintas.

Selain itu, terlihat jalur TransJakarta kini sudah beroperasi secara normal, sementara saat aksi berlangsung jalur tersebut sempat dipakai melintas kendaraan umum.

Aksi Sempat Ricuh

Sebelumnya, demo massa yang tergabung dalam Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) dan Aliansi Rakyat Menggugat (ARM) di depan gedung DPR RI, sempat ricuh. Puluhan orang ditangkap polisi dari lokasi demo.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Wisnu Wardana membenarkan soal kericuhan itu. Dia menyebut ada 52 orang yang diamankan.

"(Ada) 52 orang (diamankan)," katanya saat dimintai konfirmasi.

Saat ini 52 orang tersebut telah dibawa ke Polda Metro Jaya. Dia menyebut pihaknya masih menyelidiki lebih lanjut kasus tersebut.

"Sudah dibawa ke Polda," tuturnya.

Untuk diketahui, massa aksi menggelar demo di depan gedung DPR RI. Mereka menuntut pemerintah untuk mencabut omnibus law.

"Kita datang disambut dengan hujan, air adalah sumber kehidupan, dan perjuangan kita untuk kehidupan selanjutnya, generasi selanjutnya. Itu yang sedang kita perjuangkan, kawan-kawan, itu yang terus kita suarakan," kata salah satu orator di mobil komando.

"Dan DPR haram jadah, haram jadah yang mereka ciptakan UU Cipta Kerja yang menyengsarakan seluruh kaum buruh di Indonesia," sambungnya.

(rak/rak)