Diguyur Hujan, Massa Massa Demo Tolak UU Ciptaker di DPR Bertahan

Anggi Muliawati - detikNews
Jumat, 20 Mei 2022 16:39 WIB
Aksi Demo Tolak UU Ciptaker di DPR
Aksi demo menolak UU Ciptaker di DPR (Anggi/detikcom)
Jakarta -

Massa aksi yang tergabung dalam Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) dan Aliansi Rakyat Menggugat (ARM) menggelar demo di depan gedung DPR RI. Mereka bertahan menyuarakan aspirasi di tengah hujan.

Pantauan detikcom di lokasi, Jumat (20/5/2022) sekitar pukul 16.30 WIB, terlihat massa aksi masih bertahan di depan gedung DPR meski tengah diguyur hujan deras. Mereka kompak memakai baju berwarna hitam.

Massa aksi terlihat membawa beberapa atribut, seperti bendera Indonesia, bendera PPMI, dan spanduk yang berisi tuntutan mereka. Terlihat satu mobil komando berada di lokasi.

"Kita datang disambut dengan hujan, air adalah sumber kehidupan, dan perjuangan kita untuk kehidupan selanjutnya, generasi selanjutnya. Itu yang sedang kita perjuangkan, kawan-kawan, itu yang terus kita suarakan," kata salah satu orator di mobil komando.

"Dan DPR haram jadah, haram jadah yang mereka ciptakan UU Cipta Kerja yang menyengsarakan seluruh kaum buruh di Indonesia," sambungnya.

Massa aksi mendesak anggota DPR turun dan menemui mereka. Dia menyebut pihaknya akan terus menentang kebijakan-kebijakan yang bertentangan dengan rakyat.

"Maka dari itu, kita mendesak, mereka yang turun atau buka pintu ini kita semua yang ke dalam, kita bicara di panggung rakyat, bukan di panggung di perwakilan rakyat, karena kita sudah bosan dikibuli," katanya.

"Maka dari itu, ARM tidak akan pernah bernegosiasi, tidak akan pernah mau controlling terhadap nasib rakyat Indonesia. Itulah komitmen kita, kawan-kawan, karena kita bukanlah bangsa budak. Kita terlahir dari para pendahulu yang sudah mengorbankan nyawanya demi merebut kemerdekaan," lanjutnya.

Sementara itu, arus lalu lintas terpantau ramai lancar. Sejumlah kendaraan tampak diarahkan masuk ke jalur TransJakarta.

Para petugas kepolisian terlihat berjaga di sekitar area lokasi. Mereka mengatur arus lalu lintas agar tetap dalam kondisi lancar.

(zap/zap)