Potret Dome Gedung Kura-kura DPR yang Disebut Rusak Butuh Anggaran Rp 4,5 M

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Rabu, 18 Mei 2022 18:04 WIB
Jakarta -

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR Indra Iskandar menjelaskan penganggaran perbaikan dome gedung Nusantara atau gedung Kura-kura DPR RI yang mencapai Rp 4,5 miliar disebut lantaran sudah mengalami kerusakan. Bagaimana penampakannya?

Pantauan detikcom, Rabu (18/5/2022), dome atau bagian kura-kura gedung Nusantara I berkelir hijau tampak pudar. Terlihat bulatan-bulatan hitam yang sudah terkelupas.

Di bentangan luas kura-kura hijau itu, ada beberapa bagian cat tebal yang sudah berongga. Ada ruang udara di antara beton dan cat tebal dome saat ditekan atau diinjak.

Indra menjelaskan bulatan yang mengelupas itu menjadi awal gejala yang menyebabkan beton mengalami kebocoran.

"Sudah mengelupas, robek seperti ini. Ini symptom semua nih awal-awal baru ngebentuk kecil, nanti dia akan lepas juga seperti ini," kata Indra di atas dome gedung Nusantara I, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/5/2022).

Indra menuturkan seluruh cat hijau di dome tersebut akan dikelupas dan dibuat permukaan yang baru lagi atau proses waterproofing. Menurutnya, ada retakan rambut di dalam beton yang bakal diisi membran agar kokoh kembali.

"Nanti akan dikelupas lagi semuanya, dibongkar lagi, dibuat permukaan baru lagi. Di dalam ini banyak retakan rambut yang ada foto ininya, foto dengan laser, nanti retakan rambut itu yang harus diisi dengan membran agar tidak masuk airnya ke dalam beton," imbuhnya.

Dome Gedung Kura-kura DPR RI (Firda Chintya/detikcom)Dome gedung Kura-kura DPR RI (Firda Chintya/detikcom)

Dia melanjutkan bagian mengelupas itulah yang bikin air meresap ke dalam beton hingga membuat atap bocor di ruang rapat paripurna I. Padahal, sebut dia, ketebalan beton itu berukuran 1 meter.

"Rembesan ini kalau tadi kita lihat di bawah itu sudah sampai beberapa titik tembus ke beton. Padahal ketebalan beton ini lebih dari 1 meter, tapi sudah bocor," ujar dia.

Sebelumnya diberitakan, Indra angkat bicara soal penganggaran pengecatan dome gedung Kura-kura mencapai Rp 4,5 miliar. Indra menjelaskan hal itu dalam rangka persiapan acara kenegaraan yang menyambut tokoh parlemen internasional pada akhir tahun nanti.

"Kami melakukan kembali waterproofing untuk persiapan acara kenegaraan yang akan dilaksanakan pada 6 Agustus, yaitu nota APBN pemerintah/presiden, kemudian 5-6 Oktober akan ada pertemuan G20 yang akan dihadiri oleh 20 kepala parlemen dunia plus undangan 20 parlemen dunia. Sekitar 40 ketua parlemen dunia pada 5-6 Oktober," kata Indra kepada wartawan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (17/5).

Indra menjelaskan anggaran tersebut tak hanya untuk mengecat, tapi juga perbaikan struktur bangunan. "Nomenklaturnya itu (pengecatan) memang kita tidak bisa hindari, tapi sebenarnya itu waterproofing, perbaikan struktur dan renovasi atap," ujar dia.

Indra menjelaskan nantinya waterproofing gedung tersebut melalui beberapa tahapan. Ada tiga tahapan, meliputi pengupasan lapisan waterproofing, treatment perbaikan atap beton, dan pelapisan waterproofing kedap air.

(fca/gbr)