Duduk Perkara Polisi Cekcok di Jaksel Dituduh Memukul-Diteriaki 'Begal'

Mulia Budi - detikNews
Rabu, 18 Mei 2022 07:45 WIB
Jakarta -

Video berisi percekcokan polisi dengan narasi 'pukul pemuda' di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, viral di media sosial. Usut punya usut, pria berpakaian preman yang cekcok di jalan itu adalah anggota Polsek Pesanggrahan.

Kapolsek Pesanggrahan, Kompol Nazirwan, membantah anggotanya melakukan pemukulan. Nazirwan mengungkapkan kronologi kejadian anggotanya saat itu mengamankan kecelakaan, tetapi malah diteriaki 'begal' hingga mengeluarkan pistol.

Viral di Media Sosial

Narasi video yang beredar menyebutkan adanya pemukulan oknum polisi kepada pemuda yang melerai keributan di Jl Ciledug Raya, Pesanggrahan, Jaksel. Peristiwa itu terjadi pada Minggu (15/5) sekitar pukul 03.30 WIB.

Tampak pria yang disebut oknum polisi dalam video itu tidak berpakaian dinas, melainkan mengenakan pakaian biasa berupa kaus dan celana jins. Di video tidak terlihat adanya pemukulan, hanya ada tarik-tarikan satu sama lainnya.

Kemudian terlihat pria yang disebut polisi mengeluarkan senjata api atau pistol sambil berteriak dengan nada kesal. Pria tersebut meminta warga untuk mundur dari lokasi.

"Mundur semua, mundur semua! Kalau kamu bukan petugas, mundur semua," kata salah satu oknum polisi dalam video viral tersebut.


Polisi Amankan Lalin Malah Diteriaki 'Begal'


Nazirwan menjelaskan tiga anggotanya datang ke lokasi untuk mengurai lalu lintas karena adanya kecelakaan. Dia mengakui tiga anggotanya tersebut tidak berpakaian dinas, melainkan berbaju biasa yaitu kaus dan celana jins pada saat kejadian berlangsung.

"Untuk kejadian yang viral memang benar adanya itu kejadian tepatnya pada hari Minggu sekitar pukul 03.30 WIB menjelang Subuh. Itu ada berawal dari laka tunggal, kemudian anggota yang di lapangan berusaha mengurai lalu lintas karena laka tersebut yang menyebabkan kendaraan itu patah as sehingga menghalangi jalan," jelas Nazirwan.

Dia mengatakan keributan terjadi karena adanya provokasi yang menyebut anggotanya sebagai begal. Menurutnya, warga di lokasi sempat percaya dengan provokasi tersebut.

"Beberapa saat kemudian datang bus, ini yang menyebabkan kerumunan masyarakat sehingga di antara begitu terjadinya kerumunan, di antaranya itu ada yang berusaha memprovokasi, mungkin ada oknum yang memprovokasi dan meneriaki ada gangster, ada begal," ujarnya.

Baca di halaman selanjutnya: Kapolsek jelaskan polisi keluarkan pistol