Kapolsek Pesanggrahan Bantah Polisi Pukul Pemuda: Anggota Diteriaki 'Begal'

Mulia Budi - detikNews
Selasa, 17 Mei 2022 18:15 WIB
Kapolsek Pesanggrahan Kompol Nazirwan
Kapolsek Pesanggrahan Kompol Nazirwan (Mulia Budi/detikcom)
Jakarta -

Video percekcokan polisi yang dinarasikan 'pukul pemuda' di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, viral di media sosial. Kapolsek Pesanggrahan Kompol Nazirwan membantah tuduhan anggotanya memukul pemuda. Nazirwan mengatakan anggotanya mengamankan kecelakaan lalu lintas, tapi malah diteriaki 'begal'.

"Begitu terjadinya kerumunan, di antaranya itu ada yang berusaha memprovokasi, mungkin ada oknum yang memprovokasi dan meneriaki ada gangster, ada begal," kata Kompol Nazirwan kepada wartawan di Polsek Pesanggrahan, Selasa (17/5/2022).

"Disampaikan oleh salah satu dari provokator yang dilemparkan, yang dilontarkan, ke anggota yang di lapangan," lanjutnya.

Nazirwan mengakui, dalam peristiwa itu, ada tiga pemuda yang diamankan oleh warga, yaitu FR (21), BT (22), dan ZE (23). Dia menyebut kondisi ketiga pemuda itu sudah dalam keadaan luka dan mabuk saat diserahkan ke polisi.

"Bahwa dari korban itu diserahkan oleh warga dan sekuriti yang ada di tempat di TKP. Itu diserahkan oleh warga yang berada di TKP. Sejauh ini tiga orang yang diserahkan warga masyarakat ke anggota di lapangan, begitu sampai di komando, kemudian kita cek kondisinya di bawah pengaruh minuman keras," terang Nazirwan.


Awal Mula Polisi Diteriaki 'Begal'

Nazirwan menjelaskan peristiwa viral itu terjadi di Jl Ciledug Raya, Pesanggrahan, Jaksel, pada Minggu (15/5) sekitar pukul 03.30 WIB. Nazirwan menyebut anggotanya saat itu sedang berusaha mengurai lalu lintas karena adanya kecelakaan. Anggota saat itu memang tidak memakai seragam dinas.

"Untuk kejadian yang viral memang benar adanya itu kejadian tepatnya pada hari Minggu sekitar pukul 03.30 WIB menjelang Subuh. Itu ada berawal dari laka tunggal, kemudian anggota yang di lapangan berusaha mengurai lalu lintas karena laka tersebut yang menyebabkan kendaraan itu patah as sehingga menghalangi jalan," jelas Nazirwan.

Namun saat itu malah terjadi keributan dikarenakan adanya oknum yang memprovokasi. Ada beberapa orang yang memprovokasi dan meneriaki anggota 'gangster' dan 'begal'.

"Beberapa saat kemudian datang bus, ini yang menyebabkan kerumunan masyarakat sehingga di antara begitu terjadinya kerumunan, di antaranya itu ada yang berusaha memprovokasi, mungkin ada oknum yang memprovokasi dan meneriaki ada gangster, ada begal," ujarnya.

Dia mengatakan tiga anggotanya yang berpakaian preman tiba lebih dulu di TKP, namun masyarakat awalnya percaya pada provokasi bahwa mereka adalah begal. Kemudian, empat anggotanya yang lain menyusul ke lokasi dengan berpakaian dinas.

"Nah, di situlah anggota kita berusaha menenangkan warga, kemudian menunjukkan identitas bahwa saya adalah polisi. Saat tersebut perjalanan anggota yang berpakaian dinas masih dalam perjalanan sehingga anggota Opsnal di lapangan menyatakan bahwa mereka meyakinkan warga agar kembali dan tidak sampai terprovokasi dengan teriakan ataupun provokator yang menyatakan bahwa ada begal," jelasnya.


Baca di halaman selanjutnya: kejadian viral di media sosial.

Simak juga 'Polisi Ditombak Saat Tangkap Buronan Begal di Jambi':

[Gambas:Video 20detik]