Polsek Pesanggrahan Jelaskan soal Pistol di Kasus Polisi Diteriaki 'Begal'

Mulia Budi - detikNews
Selasa, 17 Mei 2022 20:22 WIB
Kapolsek Pesanggrahan Kompol Nazirwan
Kapolsek Pesanggrahan Kompol Nazirwan. (Mulia Budi/detikcom)
Jakarta -

Anggota Polsek Pesanggarahan yang viral dituduh memukul pemuda di Jl Ciledug Raya, Jaksel, sempat mengeluarkan pistol saat cekcok di lokasi. Polsek Pesanggrahan menjelaskan alasan anggotanya mengeluarkan senjata api saat itu lantaran polisi diteriaki 'begal'.

Kapolsek Pesanggrahan Kompol Nazirwan mengakui anggotanya sempat mengeluarkan senjata api. Hal itu dilakukan anggota tersebut untuk meyakinkan warga bahwa dirinya adalah polisi dan meredakan keributan.

"Nah di situlah anggota kita berusaha menenangkan warga, kemudian menunjukkan identitas bahwa 'saya adalah polisi'," kata Nazirwan kepada wartawan di Polsek Pesanggrahan, Selasa (17/5/2022).

Polisi tersebut saat itu memakai pakaian preman. Polisi itu berusaha mengamankan lokasi kecelakaan, sedangkan polisi berpakaian dinas masih dalam perjalanan ke TKP.

"Saat tersebut perjalanan anggota yang berpakaian dinas masih dalam perjalanan, sehingga anggota opsnal di lapangan menyatakan bahwa mereka meyakinkan warga agar kembali dan tidak sampai terprovokasi dengan teriakan ataupun provokator yang menyatakan bahwa ada begal," ujarnya.

Dia menuturkan warga di TKP awalnya tak percaya bahwa pria itu adalah polisi. Dia mengatakan warga sempat percaya pada provokasi yang menyebut anggotanya sebagai begal.

"Sebenarnya itu kan yang duluan di TKP adalah anggota kita yang berpakaian preman, sehingga sebagian dari warga masyarakat yang ada di TKP belum meyakini bahwa itu adalah petugas," tuturnya.

Baca selengkapnya di halaman selanjutnya.

Simak juga 'Saat Polisi Ditombak Saat Tangkap Buronan Begal di Jambi':

[Gambas:Video 20detik]