detikcom Do Your Magic

Trotoar Metropole Jakpus Diterabas Pemotor, Pejalan Kaki Merasa Dirampas

Annisa Rizky Fadhila - detikNews
Selasa, 17 Mei 2022 18:44 WIB
Kondisi trotoar Jl Pegangsaan Timur Jakpus yang diserobot pemotor, 17 Mei 2022 sore. (Annisa RF/detikcom)
Kondisi trotoar Jl Pegangsaan Timur, Jakpus, yang diserobot pemotor, 17 Mei 2022 sore. (Annisa RF/detikcom)
Jakarta -

Trotoar di depan Metropole, Jakarta Pusat, masih dipenuhi pengendara motor yang bandel. Mereka menggunakan trotoar untuk mendahului pengendara lain yang tengah mengantre di lampu merah.

Pantauan detikcom di trotoar Jl Pegangsaan Barat, tak seberapa jauh dari Stasiun Cikini, Selasa (17/5/2022) pukul 17.31 WIB, banyak pengendara motor yang menggunakan trotoar. Mereka menjadikan trotoar sebagai jalan alternatif untuk bisa dipakai.

Tak sedikit pula dari pejalan kaki yang melintas di trotoar tersebut. Saat ada motor yang lewat, mereka tampak menepi agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Salah satu pejalan kaki bernama Irma menuturkan setiap sore dia melintasi trotoar ini. Setiap harinya pula, banyak pengendara motor yang berlalu lalang di trotoar.

Wanita 27 tahun itu mengaku terganggu karena masih banyak pengendara motor yang bandel. Dia menilai mereka telah merampas hak pejalan kaki.

"Sesuai dengan aturan dan yang kita ketahui ya, trotoar itu kan dibikin untuk pejalan kaki. Bukan untuk pemotor," ujar Irma saat detikcom temui di lokasi, Selasa (17/5/2022).

Lebih lanjut, Irma mengatakan petugas terkait perlu menertibkan kembali pemotor yang bandel. Sebab, kata dia, pemotor yang menggunakan trotoar bisa membahayakan pejalan kaki yang melintas.

Jika terus dibiarkan, dia khawatir semakin banyak pengendara lain yang merampas hak pejalan kaki. Akibatnya, akan timbul ketidaknyamanan pada pejalan kaki.

"Perlu tindak tegas ya. Karena ini kan sudah merampas hak kita. Toh, fungsi utama trotoar itu kan buat memudahkan sekaligus memberi pelayanan kepada pejalan kaki," katanya.

"Kalau terus dibiarkan dan tidak ditindak tegas, takutnya makin banyak pengendara yang ngeyel. Mereka bakal nggak sadar kalau trotoar ini tuh punya pejalan kaki, haknya pejalan kaki," pungkasnya.

Pejalan kaki lainnya, Nugi (29), mengaku terganggu oleh keberadaan pemotor yang bandel. Dia kerap waswas karena takut tersenggol oleh pemotor yang lewat.

Setiap kali berjalan di trotoar, sambungnya, selalu memegang erat barang bawaannya. Dia pun kerap menepi agar tidak diklakson oleh pemotor.

"Ya takut ya. Waswas juga. Soalnya, kan kita posisinya jalan, sementara pemotor itu kan di belakang kita ya. Takut saja kalau misal barang bawaan kita diambil atau dirampas paksa. Kan banyak kejadian seperti itu," kata Nugi.

Untuk meminimalkan rasa takut, pria asal Cengkareng itu kerap menghindari trotoar saat malam hari. Jika terpaksa melewati trotoar, dia mengajak temannya berjalan bersama.

"Biasanya sih kalau sudah malam milih nggak lewat trotoar sini ya. Bukan di sini saja sih, tapi trotoar mana pun. Karena kalau diperhatikan semakin malam semakin banyak pemotor yang makai trotoar. Kalaupun terpaksa jalan, saya lebih milih ngajak teman biar ramai," tururnya.

Kondisi trotoar Jl Pegangsaan Timur Jakpus yang diserobot pemotor, 17 Mei 2022 sore. (Annisa RF/detikcom)Kondisi trotoar Jl Pegangsaan Timur, Jakpus, yang diserobot pemotor, 17 Mei 2022 sore. (Annisa RF/detikcom)

Sementara itu, hingga pukul 17.50 WIB, masih banyak pemotor yang menggunakan trotoar. Bahkan ada pula pengendara yang sengaja parkir di ruas trotoar.

Masih berdasarkan pantauan detikcom, di sepanjang trotoar Metropole, tak ada satpam atau petugas parkir. Pemotor maupun pejalan kaki terus berlalu lalang meski sudah sore.

Simak juga 'Jokowi Hapus Aturan Tes Antigen-PCR Untuk Pelancong':

[Gambas:Video 20detik]



(azl/dnu)