IPW: Pembangunan Tol-Perbaikan Arteri yang Masif Dukung Kelancaran Mudik

Audrey Santoso - detikNews
Sabtu, 14 Mei 2022 07:19 WIB
(kiri ke kanan)  Pemohon Pengajuan UU Tax Amnesty Abdul Qodir Jaelani, Advokat Yayasan Satu Keadlian Sugeng Teguh Santoso, Ketua Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia Marlon Sitompul, dam Pengacara Pilipus Tarigan melakukan menggelar konfrensi pers di Jakarta, Minggu (10/07/2016). Diskusi ini membahas tentang akan adanya pengajuan sidang peninjauan UU Tax Amnesty yang menurut mereka cacat hukum. Grandyos Zafna/detikcom
Foto: Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso. (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Indonesia Police Watch (IPW) menilai polisi telah bekerja keras mengupayakan kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2022. Upaya itu didukung kondisi pembangunan jalan tol yang masif dan perbaikan jalur arteri Pantai Utara (Pantura).

"Dengan pembangunan infrastruktur yang masif ini, mendukung pelayanan penggunaan jalan pada saat arus mudik yang sangat tinggi ini. Dengan dibangunnya jalan tol, kemudian juga ada jalur pantai utara," kata Ketua IPW, Sugeng Teguh Santoso kepada wartawan, Jumat (12/5/2022).

"Jalur jalan utama yang di luar tol juga banyak diperbaiki. Infrastruktur sudah diperbaiki, menurut saya sudah mendukung," imbuh dia.

Sugeng menilai sinergi antara Pemerintah dan Polri terlaksana, sehingga mudik dan arus balik Lebaran tahun ini minim kejadian menonjol. Sugeng menuturkan kesabaran pemudik juga mendukung keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas saat mudik kemarin,

"Jadi antara pemerintah, PUPR, kepolisian bersinergi di sini. Tidak ada hambatan atau gangguan yang sangat mengganggu. Makanya hanya dibutuhkan kesabaran antarpemudik," tutur Sugeng.

"Kerja keras kepolisian dalam mengamankan dan mengawal arus mudik dan balik, dalam masa Idul Fitri 2022 setelah dua tahun pandemi, animo mudik masyarakat sangat tinggi," lanjut Sugeng.

IPW lalu memuji kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Kakorlantas Polri Irjen Firman Shantyabudi yang dianggap berhasil mengurangi potensi kemacetan parah. Karena menurutnya, volume kendaraan yang mudik lewat jalur darat kemarin bukanlah angka yang kecil.

"Terbukti dari data kepolisian, ada 80 juta warga yang akan mudik. 40 Persen menggunakan jalan darat. Nah data Kakorlantas, rasio atau perbandingan jalan dan mobil yang harusnya 1:1 itu harusnya sudah padat. Kemarin saja rasionya sudah 1:6. 1:6 Itu sudah pasti terjadi kemacetan yang parah," jelas Sugeng.

"Rupanya kepolisian berhasil melakukan tindakan rekayasa lalu lintas menggunakan one way dan juga ganjil genap pada pergi dan pulang mudik. Berhasil mengurangi efek kemacetan yang parah," lanjut Sugeng.

(aud/fjp)