ADVERTISEMENT

Peneliti BRIN Bicara Peran Infrastruktur dan One Way di Balik Lancarnya Mudik

Audrey Santoso - detikNews
Jumat, 13 Mei 2022 10:35 WIB
Anggota TGPF Novel Baswedan Hermawan Sulistyo
Hermawan Sulistyo/Foto: dokumentasi 20detik
Jakarta -

Kegiatan mudik dan arus balik Lebaran 2022 dinilai berhasil berkat kemajuan infrastruktur saat ini. Kerja Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) diapresiasi.

"Dari segi infrastruktur sudah cukup menopang. Overall, luar biasa. Itu Menteri PUPR harus diapresiasi. Saya kan berkeliling monitor langsung di lapangan," kata Peneliti Senior Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Profesor Hermawan Sulistyo, kepada wartawan, Kamis (12/5/2022).

Hermawan mengaku melakukan perjalanan dari Jakarta ke Jawa Timur pada saat arus mudik. Dan di saat arus balik, Hermawan bertolak ke Nusa Tenggara Timur.

"Saya lihat sepanjang sampai Jawa Timur sampai di NTT saya tidak melihat satupun kasus yang melibatkan pungli, tidak ada. Bagus banget," ucap dia.

Hermawan menilai upaya Pemerintah dalam menyukseskan libur Lebaran 2022 berjalan maksimal. Dia pun mengapresiasi para petugas di lapangan yang membantu kelancaran arus mudik serta balik Lebaran.

"Langkah Pemerintah sudah maksimal kalau kita ngomong 28 juta kendaraan, orang sliwar-sliwer. Ini sudah maksimal menurut saya. Harus diapresiasi petugas yang di lapangan, yang sudah nggak Lebaran (bersama keluarga), capek," tutur dia.

Meski demikian, Hermawan memiliki catatan-catatan tersendiri untuk kegiatan mudik dan arus balik Lebaran kemarin. Pertama, adalah rest area yang disebutnya menjadi simpul kemacetan.

"Untuk kebijakan one way sudah tepat, tetapi ada yang tidak diantisipasi, jadi macet itu harusnya tidak terjadi. Kenapa terjadi? Itu di titik-titik rest area karena kapasitasnya tidak nampung, dan akhirnya banyak yang parkir di luar," ungkap Hermawan.

Hermawan SulistyoFoto: Peneliti senior BRIN, Hermawan Sulistyo. (Ari Saputra/detikcom)

"Pada parkir di luar itu membuat arus balik dibuka dua ruas pun menjadi satu ruas. Itu menjadi tidak efektif karena kemacetan di simpul-simpul rest area semua," imbuh Hermawan.

Dia kemudian menyoroti keberadaan polisi, yang menurutnya sendirian. Hermawan mempertanyakan keberadaan petugas Dinas Perhubungan (Dishub).

"Sepanjang jalan, di Jatim, di sini, semua polisi. Dishubnya mana? Nggak kelihatan. Bukan memuji, memang faktanya begitu, di sini semua polisi di mana-mana," ucap Hermawan.

Catatan berikutnya, lanjut Hermawan, adalah perlunya sarana evakuasi manakala terjadi kecelakaan saat kemacetan lalu lintas. Hermawan mengaku saat dalam perjalanan mudik, dirinya melihat kecelakaan lalu lintas.

Padatnya volume kendaraan, menyebabkan proses evakuasi korban kecelakaan lalu lintas tersebut tak cepat. Sehingga akhirnya korbannya meninggal di tempat.

"Saya lihat pas lewat ada kecelakaan, meninggal orangnya. Dan itu tidak bisa dievakuasi karena jalan macet. Jadi harus ada mungkin dipersiapkan helikopter yang untuk evakuasi berjalan cepat," ujar dia.

Senada dengan Hermawan, Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Independen Pemuda Pemerhati Indonesia (DPP LIPPI) berpendapat masyarakat sangat dapat merasakan 'pengawalan' kepolisian selama arus mudik dan libur Lebaran. Skema atau rekayasa lalu lintas yang dijalankan kepolisian juga dinilai berhasil membuat kepadatan kendaraan berkurang.

"Langkah Polri mengatur arus mudik dan arus balik mudik patut kita apresiasi. Dapat kita lihat langkah polri mengawal arus mudik Lebaran ini sangat dirasakan oleh masyarakat. Sebagian langkah Polri, misalnya, dengan skema rekayasa lalu lintas yang dibuat Polri berhasil mengurai kemacetan dan kepadatan," ungkap Ketua Umum DPP LIPPI, Dedi Siregar kepada wartawan dalam keterangan tertulisnya.

Sejumlah kendaraan pemudik antre melintasi Gerbang Tol  Bakauheni Selatan, Lampung Selatan, Lampung, Minggu (1/5/2022). Pada H-1 Idul Fitri 1443 H, Jalan Tol TranS Sumatera (JTTS) Bakauheni-Palembang dipadati kendaraan pemudik. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/wsj.Foto: Sejumlah kendaraan pemudik antre melintasi Gerbang Tol Bakauheni Selatan, Lampung Selatan, Lampung, Minggu (1/5/2022). Pada H-1 Idul Fitri 1443 H, Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Bakauheni-Palembang dipadati kendaraan pemudik. (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/wsj)

"Mudik tahun 2022 ini terlihat lebih baik, lebih lancar. Itu hasil kerja keras Polri dan pemerintah terlihat, meskipun arus mudik tahun ini jauh sangat ramai dari tahun sebelumnya," lanjut Dedi.

Dia pun sepakat soal kondisi infrastruktur saat ini yang mendukung kelancaran mudik. "Berkat Presiden Joko Widodo yang telah mempersiapkan infrastruktur transportasi yang sangat cukup, sehingga memberikan efek luar biasa," terang Dedi.

Dedi kemudian menuturkan masyarakat merasakan langsung manfaat dari kondisi infrastruktur saat ini. "Manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, pemudik merasakan
kemudahan dan kelancaran dalam melaksanakan mudik dengan pembangunan infrastruktur yang masif," tambah Dedi.

Dia juga menilai Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah mampu menggerakkan seluruh jajarannya untuk memberikan pelayanan optimal dan mengamankan maksimal kepada masyarakat yang melakukan perjalanan mudik, serta arus balik Lebaran.

"Terima kasih kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan jajarannya yang begitu perhatian dan peduli sampai harus berjibaku di jalanan untuk mengatur lalu lintas dalam melakukan pengawalan, juga strategi arus mudik dan arus balik mudik tahun 2022 ini. Peran, strategi Polri dalam rangka manajemen arus mudik maupun arus balik dinilai sukses dan berjalan baik," pungkas dia.

(aud/fjp)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT