Kandidat Hoegeng Awards 2022

Cerita Inovasi Berbasis HAM AKBP Iman Imanuddin

Audrey Santoso - detikNews
Jumat, 13 Mei 2022 19:21 WIB
Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin
Kapolres Kabupaten Bogor, AKBP Iman Imanuddin. (Rizky Adha/detikcom)
Jakarta -

Nama AKBP Iman Imanuddin diusulkan sebagai kandidat penerima Hoegeng Awards 2022. AKBP Iman disebut melakukan inovasi mulai dari menjadikan penyandang disabilitas sebagai pekerja harian lepas di Polres Tangerang Selatan (Tangsel), hingga memasang pendingin ruangan (AC) di sel tahanan Polres Tangsel.

AKBP Iman merupakan mantan Kapolres Tangsel. Kini dia menjabat Kapolres Kabupaten Bogor.

"Saya juga awalnya kaget, kok polisi bisa gini (menawarkan pekerjaan ke kaum disabilitas). Pak Iman bilang dia yakin setiap ada kekurangan, pasti ada kelebihan. Dari sisi orang disabilitas sendiri pun, kami merasa harus diberi kesempatan," kata pegawai harian lepas (PHL) Polres Tangsel Zaenuddin kepada detikcom, Jumat (13/5/2022).

Zaenuddin merupakan penyandang disabilitas yang direkrut untuk mengerjakan tugas-tugas yang berkaitan dengan multimedia. Dia mengatakan AKBP Iman juga merekrut 6 penyandang disabilitas lainnya untuk bekerja di Polres serta polsek-polsek jajaran Polres Tangsel.

"Beberapa disabilitas, ada yang ditaruh di polres dan polsek, ada tujuh. Yang di Polres, saya berdua, satu lagi perempuan di Reskrim, mengerjakan administrasi," jelas Zaenuddin.

Pria yang menjadi PHL multimedia sejak Februari 2021 ini menceritakan semula AKBP Iman mencari pekerja lepas disabilitas di lingkungan Dinas Sosial Tangsel. "Dia nanya 'Ada nggak nih disabilitas yang mau kerja di Polres, saya mau memperkerjakan nih'," ucap Zaenuddin menirukan ucapan AKBP Iman.

Atlet panahan ini semula ragu atas tawaran bekerja di Polres Tangsel karena takut tak bisa lagi melanjutkan kegiatan olahraga yang ditekuninya. Namun, Zaenuddin menyampaikan AKBP Iman tetap memberinya kesempatan berkarier menjadi atlet, meski latihan panahan untuk kejuaraan bisa membuat Zaenuddin tak masuk kantor berbulan-bulan.

"Awalnya saya ragu kerja di Polres. Jam kerjanya seperti apa, saya juga kan masih terkait dengan olahraga panahan, jadi kalau lagi ada training camp, saya bisa izin (tidak masuk kantor) nggak. Alhamdulillah benar-benar di-support Pak Iman," ungkap Zaenuddin.

"Katanya 'Ya sudah izinin saja, terus olahraganya'. Pak Iman benar-benar support. Misalnya kalau saya izin ikut training camp empat bulan di Bandung, beliau izinkan dan malah dikasih uang sakulah," imbuh dia.

PHL disabilitas Polres Tangsel, Zaenuddin bersama AKBP Iman Imanuddin (kedua dari kiri) dan rekan-rekannya.PHL disabilitas Polres Tangsel, Zaenuddin bersama AKBP Iman Imanuddin (kedua dari kiri) dan rekan-rekannya. (dok. istimewa)

Pasang AC untuk Sel Tahanan

Kesaksian lain soal AKBP Iman juga datang dari Kepala BPN Tangsel Harison Mokodompis. Sebagai rekan di Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Tangsel, Harison melihat AKBP Iman sangat manusiawi.

"Saya nggak punya zero point. Dia begitu manusiawi, even kepada orang yang sudah ditersangkakan pun dia begitu manusiawinya. Sel dipasang AC itu memang sampai jadi candaan saya dan teman-teman Forkopimda," kata Harison.

"Sampai jadi candaan begini, 'Pak, Bapak itu bikin orang betah di sel. Orang kan nggak boleh betah di sel, Pak. Harus cepet keluar'. Gitu. Candaan ya," sambung Harison.

Harison lalu menceritakan tanggapan sederhana AKBP Iman soal dirinya memasang AC di sel tahanan. Menurut Harison, AKBP Iman sosok yang bicaranya menggunakan kalimat-kalimat sederhana.

"Beliau itu orangnya tidak pernah mau memuji diri sendiri. Dia jawab, 'Ya saya kan cuma berpikir biasa-biasa saja'. Dia bilang, 'Biasa saja, supaya orang juga jangan kesannya gimana gitu kan dengan polisi'," ungkap Harison.

"Ya bahasa-bahasanya bahasa rakyat. Kalau pesan yang saya dapat itu beliau tetap berusaha memanusiakan manusia," lanjut Harison.

Meskipun humanis, Harison menilai AKBP Iman tetap bersikap tegas. "Cara dia menyampaikan tidak arogan, tapi kalau ngomong, itu pesan dia jelas," imbuh Harison.

Rangkul Perantau di Tangsel

Saat Hari Buruh Internasional, AKBP Iman menginisiasi pelaksanaan vaksinasi massal bagi para buruh di wilayah Tangsel. Vaksin gratis ini diberikan kepada 250 buruh yang merupakan anggota dari berbagai serikat buruh di wilayah Tangsel.

Pemberian vaksin yang dilakukan oleh Polres Tangsel tidak hanya diperuntukkan bagi buruh. Terdapat 25 mahasiswa yang berasal dari Papua, NTT, dan Kalimantan yang juga diberikan vaksin secara gratis.

"Saya juga mendengar, dia bilang 'Kita harus berteman dengan teman-teman dari Papua. Dia kan sekolah di sini, ya emosinya juga harus kita maintenance'," tutur Harison.

Selain dilakukan vaksinasi, para mahasiswa yang merantau untuk menggali ilmu di wilayah Tangerang Selatan ini dilibatkan sebagai tenaga vaksinator dan terlibat sebagai panitia dalam penyelenggaraan kegiatan pemberian vaksin gratis kepada buruh.

Artikel ini adalah bagian dari rangkaian acara Hoegeng Awards 2022. Polisi yang diceritakan dalam artikel ini merupakan salah seorang yang diusulkan pembaca sebagai kandidat penerima Hoegeng Awards 2022.

(aud/fjp)