Info Mata-mata Rusia Bantu Iran Serang AS

Info Mata-mata Rusia Bantu Iran Serang AS

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 08 Mar 2026 08:03 WIB
Russian President Vladimir Putin and Iranian President Masoud Pezeshkian. (Reuters)
Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden Rusia Vladimir Putin. (Dok. Reuters)
Jakarta -

Konflik di Timur Tengah berkecamuk sejak Amerika Serikat (AS) dan sekutunya Israel menyerang wilayah Iran. Di sisi lain dalam perang tersebut, Rusia dilaporkan telah memberikan informasi intelijen kepada Iran untuk membantu Teheran menyerang militer AS di Timur Tengah.

Dilansir Euronews, Sabtu (7/3), dua pejabat yang mengetahui laporan intelijen AS menyatakan bahwa informasi tersebut berpotensi digunakan Iran untuk melancarkan serangan terhadap target Amerika di kawasan Teluk.

Laporan yang sama disampaikan media terkemuka AS, The Washington Post, bahwa dua pejabat AS yang mengetahui masalah ini, mengatakan bahwa Rusia diduga telah memberikan informasi intelijen kepada Iran, yang dapat membantunya menyerang kapal perang, pesawat, dan aset-aset militer AS lainnya di Timur Tengah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para pejabat tersebut berbicara dengan syarat anonim karena tidak berwenang membahas informasi sensitif secara terbuka. Namun, intelijen AS belum menemukan bukti bahwa Moskow secara langsung mengarahkan Iran mengenai bagaimana menggunakan informasi tersebut dalam konflik yang sedang berlangsung.

ADVERTISEMENT

Jika terbukti, hal ini menjadi indikasi pertama bahwa Rusia mulai terlibat secara tidak langsung dalam perang yang dimulai setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, sepekan lalu.


Rusia Tak Pasok Senjata ke Iran

Kremlin atau kantor kepresidenan Rusia tidak memasok persenjataan kepada sekutu dekatnya, Iran, yang sedang berperang melawan AS dan Israel. Kremlin mengatakan seperti dilansir kantor berita Rusia, TASS, dan Reuters, Jumat (6/3), bahwa Iran sejauh ini belum menghubungi Moskow untuk meminta bantuan apa pun, termasuk pasokan senjata.

Penegasan itu disampaikan Kremlin saat ditanya wartawan soal apakah Rusia berencana untuk memberikan bantuan kepada Iran, khususnya dengan mengirimkan senjata, selain dukungan politik.

"Mengenai situasi saat ini, belum ada permintaan dari Iran," kata juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, kepada wartawan pada Kamis (5/3).

"Posisi konsisten kami sudah diketahui semua orang. Itu tetap tidak berubah," tegasnya.


Hubungan Erat Rusia dan Iran

Rusia merupakan salah satu mitra dekat Iran di kawasan Timur Tengah. Moskow sebelumnya telah mengutuk serangan AS dan Israel terhadap Iran sebagai tindakan agresi bersenjata yang tidak beralasan.

Sebelumnya pada 2025, pemerintah Iran dan Rusia menandatangani perjanjian kemitraan strategis yang mencakup kerja sama dalam menghadapi ancaman bersama. Namun, perjanjian itu tidak mencakup kewajiban pertahanan bersama seperti pakta keamanan yang dimiliki Rusia dengan Korea Utara.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan, kerja sama militer antara Iran dan Rusia bukanlah hal baru dan bukan rahasia yang ditutup-tutupi.

"Kerja sama militer antara Iran dan Rusia bukanlah rahasia. Kami telah bekerja sama di masa lalu, dan kerja sama ini berlanjut, dan saya berharap akan berlanjut di masa depan," tutur Abbas Araghchi saat diwawancarai NBC News.

Lihat Video 'Netanyahu Sambangi Lokasi Serangan Rudal Iran, Janji Hal Ini':

Halaman 2 dari 3
(rfs/wnv)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads