ADVERTISEMENT

Penculik 12 Anak Ngaku Eks Napi Terorisme, Kalapas Gunung Sindur Bantah

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 13 Mei 2022 12:59 WIB
Abbi Rizal Afif (28), pelaku penculikan anak di Bogor dan Jaksel ditangkap polisi
Abi Rizal Afif (28), pelaku penculikan anak di Bogor dan Jaksel ditangkap polisi (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Abi Rizal Afif atau Rizal Afif (28), tersangka penculikan 12 anak di Bogor hingga Jakarta mengaku sebagai eks narapidana kasus terorisme. Rizal Afif mengaku baru bebas dari Lapas Khusus Kelas IIA Gunug Sindur, Kabupaten Bogor, pada Februari 2022.

Kalapas Gunung Sindur Mujiarto buka suara terkait pengakuan Rizal Afif ini. Mujiarto membantah bahwa Rizal Afif ini adalah mantan warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Gunung Sindur.

"Bahwa berdasarkan data yang kami miliki, dapat kami sampaikan tersangka atas nama Abi Rizal Afif tidak pernah ada dan tidak pernah menjalani pidana di Lapas Khusus Kelas II A Gunung Sindur," ujar Mujiarto dalam keterangan kepada detikcom, Jumat (13/5/2022)

Mujiarto mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Polres Bogor. Mujiarto menegaskan tidak ada nama WBP atau mantan WBP bernama Abi Rizal Afif.

"Kami telah berkoordinasi dengan Polres Bogor (Kasat Reskrim) menjelaskan bahwa atas nama tersebut diatas tidak pernah menjadi WBP atau mantan WBP di Lapas Khusus Gunung Sindur," terang Mujiarto .

Dihubungi, Mujiarto mengaku ada nama yang mirip dengan Rizal Afif yang baru bebas dari Lapas Gunung Sindur. Namun, ia tidak dapat memastikan apakah eks napi itu adalah orang yang sama dengan Rizal Afif.

"Ada yang bebas dari Lapas Khusus Gunung Sindur tanggal 12 Januari 2022 atas nama Muhammad Rizal alias Ijal Bin Almarhum Sulaiman dengan kasus 378 (penipuan) pindahan dari Rutan Depok, kalau memang orang yang sama dengan Abi Rizal Afif. Tetapi, di data kami tidak ada atas nama Abi Rizal Afif," tutur Mujiarto.

Lihat juga video 'Geger! Wanita Diduga Culik Anak di Sulut, Polisi: Pelaku Depresi':

[Gambas:Video 20detik]



Baca di halaman selanjutnya: pengakuan penculik 12 anak sebagai mantan napi terorisme.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT