ADVERTISEMENT

JIS dan BIS Dibela Sana-sini Meski Nama Asing Tuai Kontroversi

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 12 Mei 2022 07:01 WIB
PT Jakarta Propertindo (JakPro) mengungkap progres pembangunan Jakarta International Stadium (JIS). Pembangunan stadion tersebut telah mencapai 98%.
Foto: Jakarta International Stadium (JIS) (Rifkianto Nugroho/detik)
Jakarta -

Jakarta International Stadium (JIS) dan Banten International Stadium (BIS) telah selesai dibangun. Kedua stadion itu disorot lantaran penamaannya tidak menggunakan bahasa Indonesia.

Sorotan datang dari eks anggota Ombudsman Alvin Lie. Dia menyinggung kewajiban penamaan bangunan atau gedung memakai bahasa Indonesia.

Hal itu diatur dalam UU Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan. Adapun kewajiban penggunaan bahasa Indonesia termaktub dalam Perpres 63 Tahun 2019.

Kewajiban penggunaan Bahasa Indonesia untuk bangunan atau gedung termaktub dalam UU 24/2009 Pasal 36 ayat 3. Ini bunyinya:

Bahasa Indonesia wajib digunakan untuk nama bangunan atau gedung, jalan, apartemen atau permukiman, perkantoran, kompleks perdagangan, merek dagang, lembaga usaha, lembaga pendidikan, organisasi yang didirikan atau dimiliki oleh warga negara Indonesia atau badan hukum Indonesia.

Sementara itu, dalam perpres yang diteken Presiden Jokowi, kewajiban penggunaan bahasa Indonesia dalam fasilitas publik tercantum dalam pasal 33. Stadion olahraga masuk bangunan atau gedung yang diwajibkan menggunakan bahasa Indonesia.

"Undang-undang itu kan harus menjadi rujukan kita, terutama yang menyangkut pelayanan publik ruang publik, administrasi pemerintahan apalagi stadion, bandara, dan tempat lainnya. Itu kan dibangun menggunakan APBN, APBD yang merupakan aset negara maupun aset daerah," ucap Alvin kepada wartawan, Senin (9/5).

PT Jakarta Propertindo (JakPro) mengungkap progres pembangunan Jakarta International Stadium (JIS). Pembangunan stadion tersebut telah mencapai 98%.PT Jakarta Propertindo (JakPro) mengungkap progres pembangunan Jakarta International Stadium (JIS). Pembangunan stadion tersebut telah mencapai 98%. Foto: Rifkianto Nugroho

Alvin kemudian mencontohkan soal penggunaan bahasa Indonesia dalam penamaan Bandara Yogyakarta. Alvin menyebut, sebelum diresmikan, Bandara International Yogyakarta menggunakan nama New Yogyakarta International Airport (NYIA) dalam komunikasi publik, namun dalam peresmiannya akhirnya menggunakan bahasa Indonesia.

"Sehingga penting untuk mematuhi peraturan perundang-undangan. Saya juga ingat beberapa tahun yang lalu ketika Bandara Internasional Yogyakarta itu belum diresmikan publisitas komunikasi publik oleh pejabat pemerintah selalu menggunakan NYIA, New Yogyakarta International Airport, saat itu saya mengingatkan Menteri Perhubungan, terutama agar mematuhi peraturan perundang-undangan sehingga nama resminya adalah Bandar Udara Internasional Yogyakarta walaupun secara informalnya dalam kurung dapat dicantumkan NYIA," kata dia.

Wagub Minta Penamaan JIS Tak Diperdebatkan

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta penamaan JIS tidak perlu didebatkan. Menurutnya semuanya biasa.

"Jadi nggak usah diperdebatkan soal nama, apakah JIS atau lainnya. Jadi nggak ada filosofi dan lainnya itu suatu yang biasa saja," ujar Riza di Kantor Balaikota DKI Jakarta, Rabu (11/5).

Riza mengatakan nama JIS diambil dari nama 'Jakarta' karena memang milik warga Jakarta. Kemudian, nama 'international' dipakai karena peruntukan sebagai stadion berstandar internasional dan 'stadium' digunakan karena memang bangunan itu merupakan stadium.

"Nah kalau soal internasional atau Indonesia atau Betawi seperti yang sudah disampaikan oleh teman-teman yang lain juga karena ini berkelas internasional. Apalagi di Jakarta kota yang berkelas internasional kita juga tahu Jakarta ini juga jadi kota tidak hanya maju di Indonesia tapi juga termasuk kota yang maju di ASEAN, Asia bahkan dunia," jelas Riza.

Lihat juga video 'Jakarta International Stadium Milik Indonesia, Bukan Hanya Persija':

[Gambas:Video 20detik]



Baca berita selengkapnya di halaman berikut



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT