Ancaman Pecat Menanti Petugas PPSU Usai Rekayasa Begal Padahal Judi

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 30 Apr 2022 05:00 WIB
Petugas PPSU di Jakpus
Foto: Nahda/detikcom
Jakarta -

Seorang petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), Ray Prama Abdulla (28), mengaku menjadi korban begal heboh di media sosial.Ray kini terancam dipecat usai berbohong jadi korban begal, padahal main judi online.

Lurah Mangga Dua Selatan, Agata Bayu Putra mengatakan akan menindak tegas jika Ray terbukti bersalah. Dia menyebut pihaknya akan memanggil Ray untuk dimintai keterangan.

"Kami akan berkoordinasi dengan jajaran kelurahan dan akan melakukan panggilan terhadap yang bersangkutan untuk dimintai keterangan terkait berita viral yang beredar," kata Agata, kepada wartawan, Jumat (29/4/2022).

"Dan kami akan menindak tegas sesuai dengan sanksi yang mengacu kepada Pergub 125 tahun 2019," sambungnya.

Jika hasil BAP terbukti bersalah maka Ray bisa disanksi berat. Agata mengatakan sanksi pemecatan bisa saja diberikan kepada Ray.

"Iya (akan dipecat) nantinya apabila dari hasil laporan berita acaranya terbukti bersalah," ujarnya.

Terungkapnya kebohongan Ray setelah polisi melakukan interogasi tambahan guna melengkapi penyelidikan di tempat kejadian perkara. Polisi membeberkan seluruh bukti-bukti hasil penyelidikan.

"Di situ akhirnya terkuak bahwa apa yang diberitakan di media sosial, apa yang disampaikan yang bersangkutan bahwa kejadian pembegalan yang ada di depan Husada adalah tidak benar," jelas Kapolsek Sawah Besar Kompol Maulana Mukarom.

"Di situ terkuak bahwa yang bersangkutan, uang THR yang diterima oleh yang bersangkutan dipakai untuk main judi slot sehingga duitnya habis, kalah. Dia mau kembali ke rumah, yang dia sampaikan takut dengan istrinya. Akhirnya mengarang cerita yang paling masuk akal dia habis dibegal," tutur Maulana.

Polisi menyebut Ray sudah dua bulan main judi online. Ray sudah memasukkan duit Rp 4,2 juta untuk judi.

"Kalau untuk main judi slot baru sekitar 2 bulan terakhir. Total main judi slot bukti yang kita dapat ada Rp 4,2 juta yang sudah ditransfer atau dideposit kepada akun judi tersebut," imbuh Maulana.

Setelah kebohongan Ray diungkap, Polisi tidak memproses hukum petugas PPSU tersebut. Polisi menyebut Ray merupakan tulang punggung keluarga.

"Penyidik dari Polsek Sawah Besar menilai perkara tersebut dapat ditempuh melalui jalur lain di luar sanksi hukum," katanya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya...

Lihat juga Video: Kader HMI Diduga Jadi Korban Salah Tangkap, Polisi: Hormati Proses Hukum

[Gambas:Video 20detik]