ADVERTISEMENT

Pedas Kritik dari Novel Baswedan dkk bagi Dewas

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 27 Apr 2022 06:05 WIB
Novel Baswedan terima jadi ASN Polri dan akan segera dilantik. Bagaimana kabar terbaru soal pelantikannya?
Novel Baswedan (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Mantan penyidik senior KPK, Novel Baswedan, mengkritik tajam Dewan Pengawas (Dewas) KPK. Ia mengkritik pernyataan Dewas KPK yang menyebut Direktur Utama (Dirut) Pertamina, Nicke Widyawati, tidak kooperatif berkaitan dengan pemeriksaan dugaan pelanggaran etik yang dilakukan Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar.

"Bila benar pernyataan Dewas di bawah ini, maka itu karena kesalahan dari Dewas sendiri," sebut Novel melalui akun Twitter miliknya @nazaqistsha seperti dikutip, Selasa (26/4/2022).

Novel turut mencantumkan tautan berita media nasional yang memberi judul 'Dewas KPK: Dirut Pertamina Tak Kooperatif soal Lili Pintauli'. Novel mengkritik Dewas KPK yang kini tidak bisa dipercaya.

"Bagaimana orang akan kooperatif ketika Dewas tidak cukup bisa dipercaya? Jangan-jangan orang sudah bersaksi lalu Dewas malah berpihak ke pimpinan KPK yang bermasalah. Duh," ucap Novel.


Kolega Novel Turut Lancarkan Kritik

Serangan kritik turut dilancarkan kolega Novel, Yudi Purnomo Harahap, melalui akun Twitter. Setali tiga uang, kritik Yudi memotret rekam jejak Dewas KPK yang dianggap malah berpihak kepada pelanggar kode etik.

"Daripada nuduh nggak kooperatif, lebih baik Dewas KPK introspeksi diri putusan mereka terhadap pimpinan KPK apa selama ini, jauh dari memuaskan, jadi bagaimana orang bisa percaya jika melihat rekam jejak Dewas, apalagi kasus ini tentang Lili Komisioner KPK," sebut Yudi.

Mantan pegawai KPK yang senasib seperti Novel dan Yudi--yang disingkirkan melalui Tes Wawasan Kebangsaan (TWK)--yaitu Rasamala Aritonang, turut berbicara. Dia menyebut Dewas KPK melempem.

"Ketimbang menuding orang, Dewas mestinya refleksi. Bagaimana orang mau bantu jika loyo dan melempem. Bergerak dong, datangi Pertamina, audiensi minta tolong dibantu, ngomong baik-baik. Pemeriksaan etik bukan penyidikan yang duduk saja bisa suka-suka panggil orang, apalagi direksi. Coba dibaca UU-nya," ucap Rasamala yang juga melalui akun Twitternya.

Bukan tanpa alasan kritik tajam itu terlontar. Sebab, Dewas KPK sebelumnya menyatakan Lili Pintauli terbukti melakukan kebohongan dalam jumpa pers di KPK tetapi tidak dilanjutkan ke sidang etik dengan alasan sanksinya sudah terabsorbsi pada perkara sebelumnya.

Lihat juga video 'Mahfud Md Minta Dewas KPK Tegas Lili Pintauli Langgar Etik atau Tidak':

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT