Novel Baswedan Duga Pimpinan KPK Terima Fasilitas Tak Cuma Lili Pintauli

M Hanafi Aryan - detikNews
Selasa, 26 Apr 2022 23:58 WIB
Korban penyiraman air keras Novel Baswedan bicara alasannya tak ikut rekonstruksi yang digelar polisi. Faktor kesehatan jadi alasan ia tak ikut rekonstruksi itu
Foto Novel Baswedan: (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Novel Baswedan menduga tidak hanya Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar yang kerap menerima 'fasilitas'. Novel menduga pimpinan KPK lainnya juga menerima fasilitas serupa seperti Lili Pintauli.

"Saya menduga atau mendengar, mendapatkan fasilitas ini pimpinan KPK bukan hanya ibu Lili, tapi ada juga yang lain. Sekarang masalahnya Dewan Pengawas mau bekerja apa nggak," ucap Nobel Baswedan dalam kanal Youtubenya seperti yang dilihat detikcom, Selasa (26/4/2022).

Novel terang-terangan sampaikan dugaannya terhadap hal tersebut. Bahkan, dia menyindir Dewas KPK yang tak mampu untuk memeriksa pimpinan KPK.

"Seperti tadi saya katakan dugaan menerima bukan hanya ibu Lili, nah sekarang pernyataan saya ini berani nggak Dewas periksa, kalau masih nggak berani lagi ya sudah lah, namanya diganti saja ha-ha," kata Novel.

"Kalau Dewas nggak mau bekerja, jangan menyandang nama Dewan Pengawas lah, namanya diganti saja gitu kan. Apa yang cocok namanya?" lanjutnya.

Dengan keadaan Dewas KPK dan KPK secara keseluruhan saat ini, Novel mengaku sedih. Dia mengatakan sudah selayaknya masyarakat Indonesia marah dengan kinerja Dewas dan KPK.

"Melihat hal itu saya kok semakin sedih ya, bagaimana mau melihat dia bekerja benar dalam memberantas korupsi, dan selain itu kita juga mesti marah sebagai warga negara, kerja Pimpinan KPK yang banyak masalah, pelanggarannya sangat banyak," tegasnya.

Kemudian Novel mengingatkan soal tugas dan fungsi Dewan Pengawas KPK. Menurutnya, KPK berperan besar dalam penegakan hukum di lingkungan KPK, tak terkecuali menghukum Pimpinan KPK.

"Dewan pengawas itu mempunyai tanggung jawab untuk menegakkan hukum kalau ada insan KPK, baik pimpinan atau pegawai KPK itu melakukan pelanggaran," ujar Novel.

Novel menyinggung soal poin penting dalam pemberantasan korupsi, yakni soal kejujuran dan integritas. Menurutnya, dual hal tersebut telah bermasalah pada Pimpinan KPK saat ini.

"Memberantas Korupsi itu kan basisnya dua, kejujuran dan integritas. Kalau mereka nggak jujur Pimpinan KPK ini, bahkan bukan hanya ibu Lili ya, Pimpinan lain juga bermasalah tentang kejujuran dan integritas, maka apalagi yang mau diharapkan," tuturnya.

Diketahui, Lili Pintauli dilaporkan ke Dewas Pengawas KPK lantaran menerima akomodasi dalam ajang MotoGP Mandalika. Dia dilaporkan pada Selasa (12/4/2022).

Dalam dokumen yang diterima detikcom, Lili disebut mendapat tiket hotel dan tiket menonton balapan MotoGP pada 18-20 Maret silam. Diduga tiket itu pemberian dari salah satu perusahaan BUMN.

(zap/zap)