Perusahaan Water Treatment Plant City Garden Sebut Pengelola Nunggak Bayar

Mulia Budi - detikNews
Selasa, 26 Apr 2022 15:56 WIB
Pembongkaran Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Rusun City Garden, 26 April 2022. (Mulia Budi/detikcom)
Pembongkaran Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Rusun City Garden, 26 April 2022 (Mulia Budi/detikcom)
Jakarta -

Water treatment plant (WTP) atau instalasi pengolahan air (IPA) milik PT Padi Hijau Buana di Rumah Susun Milik City Garden dibongkar. Pembongkaran dilakukan karena pengelola rusun menunggak pembayaran WTP itu.

"Dari pihak pengelola sudah melakukan pembayaran tapi tidak full, sehingga masih ada sisa utang," kata pihak legal PT Padi Hijau Buana, Andre, di lokasi pembongkaran WTP Rusun City Garden, Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa (26/4/2022).

Dia mengatakan pengelola Rusun City Garden itu, yakni PT SCP, menunggak pembayaran WTP sejak 2015. Namun dia pun tidak mengetahui pasti besaran tunggakan pada setiap pembayaran tersebut. Sampai saat ini, detikcom belum berhasil mengkonfirmasi keterangan pihak PT Padi Hijau Buana ini ke PT SCP.

"(Penunggakan) Sejak 2015. Kalau persentasenya lebih jelasnya keuangan, sih, karena kita dapat info juga dari keuangan," ujarnya.

Lebih lanjut, dia menegaskan PT Padi Hijau Buana selalu pemilik WTP di Rusun City Garden tidak mengubah kualitas air yang diberikan. Menurutnya, pihaknya hanya mengubah kuantitas air mengikuti pembayaran yang dilakukan pengelola rusun.

"Jadi kita hanya menyediakan mengoperasikan chemical sesuai yang dibayar oleh pengelola, chemical nggak berubah, tetap, hanya kuantitasnya aja, bukan quality," tutur Andre.

"Jadi misalnya, harusnya misalnya 100, karena dibayar sekian, jadi kita cuman kasih 20. Kuantitasnya, kualitasnya tetep sesuai chemical tersebut," tambahnya.

Tunggakan Rp 9,7 M

Pengurus PT Padi Hijau Buana, Ari, menjelaskan PT SCP menunggak pembayaran WTP itu sebesar Rp 9,7 miliar. Pihak PT Padi Hijau Buana merasa tidak sanggup lagi meneruskan operasional WTP ini. Biaya penyulingan air sudah tidak seimbang. Maka dibongkarlah WTP ini.

"Dari pihak pengelola apartemen ini tidak membayar full ke kita sehingga mengalami tunggakan Rp 9,7 miliar, kurang lebih seperti itulah," kata Ari di lokasi WTP ini.

WTP ditutup sejak awal tahun. Tiga bulan sebelumnya, kondisi air dari WTP sudah buruk. "Sudah tidak, sangat tidak layak lagi," kata dia.

Untuk diketahui, WTP ini disediakan pihak pengelola rusun, padahal sedianya para penghuni rusun mendapatkan air bersih dari instalasi PAM yang dijanjikan oleh pihak pengembang. WTP yang tersedia tidak mengeluarkan air bersih, melainkan air yang kotor dan membuat warga rusun mengalami gangguan kulit.

Akhirnya, WTP dibongkar pada Senin (25/4) kemarin. Ada perwakilan dari Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta yang hadir dalam penyegelan ini. Selanjutnya, WTP ini akan dibongkar.

"WTP dibongkar karena bertahun-tahun sudah diprotes warga karena air semakin tidak layak sehingga disegel oleh pihak Dinas SDA," kata salah seorang penghuni rusun bernama Yusril, Senin (25/4).

Untuk pemenuhan kebutuhan air bersih, warga membeli air tangki dengan biaya secara swadaya. Air tangki dibeli dengan harga Rp 35 ribu per kubik.

Warga Rusun City Garden Cengkareng Jakbar, antre air bersih, 29 Maret 2022. (Dok Istimewa)Warga Rusun City Garden Cengkareng Jakbar, antre air bersih, 29 Maret 2022. (Dok. Istimewa)

Krisis Air Bersih

Sekilas soal masalah air bersih di Rusun City Garden, 12 tahun lalu, warga Rusun City Garden dijanjikan oleh pengembang (developer) rusun instalasi PDAM. Namun, janji instalasi pipa air bersih itu tidak kunjung direalisasikan pengembang. Selanjutnya, mereka difasilitasi air dari water treatment plant (WTP). Mereka mengeluhkan air yang tersedia tidak bersih dan mengeluhkan sakit kulit. Kini mereka kesulitan air dan membeli layanan air tangki secara swadaya.

Warga City Garden kemudian melaporkan permasalahan tersebut ke Ombudsman pada Kamis (31/4) lalu. Terlapornya ada dua, yaitu Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman serta PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja). Mereka membawa bukti seperti botol berisi air dari pengelola, foto-foto warga yang mengalami sakit kulit akibat penggunaan air tersebut, serta beberapa surat laporan.

Simak juga 'Krisis Air Bersih, Warga Rusunami City Garden Ngadu ke Anies':

[Gambas:Video 20detik]



(dnu/dnu)