detikcom Do Your Magic

Tak Hasilkan Air Bersih, Water Treatment Plant Rusun City Garden Disegel

Danu Damarjati - detikNews
Senin, 25 Apr 2022 17:26 WIB
Penyegelan Water Treatment Plant (WTP) di Rusun City Garden. (Dok Istimewa)
Penyegelan Water Treatment Plant (WTP) di Rusun City Garden. (Dok Istimewa)
Jakarta -

Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Rumah Susun City Garden kini disegel. WTP ini dibangun oleh pihak pengelola Rusun namun tidak bisa menghasilkan air bersih untuk penghuni rusun.

Berdasarkan keterangan warga Rusun City Garden di Cengkareng, Jakarta Barat, penyegelan berlangsung pada Senin (25/4/2022).

WTP ini dibangun oleh pihak pengelola rusun, padahal sedianya para penghuni rusun mendapatkan air bersih dari instalasi PAM yang dijanjikan oleh pihak pengembang. WTP yang tersedia tidak mengeluarkan air bersih, melainkan air yang kotor dan membuat warga rusun mengalami gangguan kulit.

Penyegelan Water Treatment Plant (WTP) di Rusun City Garden. (Dok Istimewa)Penyegelan Water Treatment Plant (WTP) di Rusun City Garden. (Dok Istimewa)

Akhirnya, WTP dibongkar pada hari ini. Ada perwakilan dari Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta yang hadir dalam penyegelan ini. Selanjutnya, WTP ini akan dibongkar.

"WTP dibongkar karena bertahun-tahun sudah diprotes warga karena air semakin tidak layak sehingga disegel oleh pihak Dinas SDA," kata salah seorang penghuni rusun bernama Yusril.

Untuk pemenuhan kebutuhan air bersih, warga membeli air tangki dengan biaya secara swadaya. Air tangki dibeli dengan harga Rp 35 ribu per kubik.

Krisis air bersih

Sekilas soal masalah air bersih di Rusun City Garden, 12 tahun lalu, warga Rusun City Garden dijanjikan oleh pengembang (developer) rusun instalasi PDAM. Namun, janji instalasi pipa air bersih itu tidak kunjung direalisasikan pengembang. Selanjutnya, mereka difasilitasi air dari water treatment plant (WTP). Mereka mengeluhkan air yang tersedia tidak bersih dan mengeluhkan sakit kulit. Kini mereka kesulitan air dan membeli layanan air tangki secara swadaya.

Warga City Garden kemudian melaporkan permasalahan tersebut ke Ombudsman pada Kamis (31/4) lalu. Terlapornya ada dua, yaitu Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman serta PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja). Mereka membawa bukti seperti botol berisi air dari pengelola, foto-foto warga yang mengalami sakit kulit akibat penggunaan air tersebut, serta beberapa surat laporan.

(dnu/dnu)